Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Rare case’ Category



Pada posting sebelumnya, saya sudah menuliskan tentang pengalaman saya menemukan beberapa kasus kelainan dengan dua vagina (kasus 1, kasus 2).
Nah, kali ini saya akan menuliskan pengalaman saat menemukan kasus dengan dua rahim atau double uterus. Saat ini di Pekanbaru sendiri saya berkesempatan menemukan dua kasus double rahim.

Kelainan ini terjadi akibat gangguan saat pembentukan rahim (uterine malformation) dimana gagal saat fusi embryogenik ductus mulleri gagal terjadi. Kelainan ini `satu keluarga` dengan kelainan dua vagina atau bouble vagina, dan kedua kelainan ini bisa muncul berbarengan juga. Angka kejadiannya 1 dalam 3000 wanita. Diagnosis bisa ditegakkan dengan pemeriksaan usg, namun tak jarang pula luput dan baru diketahui saat operasi cesar dilakukan. Metode pemeriksaan yang lain seperti sonohysterography, hysterosalpingography, MRI, and hysteroscopy dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis double uterus. Kemungkinan hamil pada kasus ini bisa terjadi dan risiko yang bisa terjadi diantaranya adalah prematuritas, pertumbuhan janin terhambat dan persalinan secara caesar. Bookmark and Share <!– AddThis Button

Advertisements

Read Full Post »


Tepat tanggal 1 Maret 2010 kemarin saya menemukan kasus yang sangat menarik dan merupakan pemecahan rekor pribadi saya. Kadang suatu kasus memang tidak klasik, dan berbau ‘tidak mungkin’. Tapi bila kita sudah terjebak dengan kata ‘tidak mungkin’ maka mudah sekali kita melewatkan suatu petunjuk dan ujung-ujungnya tentu bisa terjadi kesalahan diagnosis.

Seorang perempuan berusia 51 tahun datang dengan keluhan haid yang banyak dan nyeri perut. Riwayat terlambat haid sebelumnya ada. Pemeriksaan status umum tidak nampak pucat atau anemis, tekanan darah 180/110 mmHg. Pemeriksaan di abdomen masih nampak lunak, tidak nampak defense muskular, nyeri tekan di left midclavicular sedikit di bawah pusat. Pemeriksaan ultrasonografi abdomen menunjukkan adanya perdarahan di sebelah kiri rahim (daerah adnexa kiri). Pemeriksaan laboratorium Hb 11 g/dl, dan Kalium 2,8. Ditegakkan diagnosis Akut abdomen et causa Kehamilan Ektopik Terganggu dengan penyulit Hipertensi dan Hipokalemi. Dilakukan penanganan bersama dengan sejawat internis dan direncanakan laparotomi emergensi. Saat operasi ditemukan adanya ruptur tuba sinistra.

Pencitraan dengan usg perut tampak perdarahan di adnexa kiri


Gambaran sumber perdarahan dari saluran telur sebelah kiri yang robek


Pelajaran untuk saya pribadi, bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin. Kasus-kasus klinis yang ada tidak semuanya klasik dan mengikuti pola normal yang ada. Kasus diatas adalah salah satu contoh kasus yang tidak klasik dimana seorang wanita mengalami hamil di luar rahim pada usia 51 tahun. Ini hanya salah satu contoh kasus, masih banyak kasus-kasus yang `tidak klasik` yang lain.

Read Full Post »