Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Yogyakarta’


Alhamdulillah sekian lama dinanti akhirnya lahir sudah anak pertama yang bernama “Muhammad Dawam Faza Hasyim” dari pasangan Mrs Sumengkar and Mr Zainuri tanggal 02 Oktober 2009.

Semoga menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada orang tuanya, dan berguna bagi umat manusia, amin.

Advertisements

Read Full Post »


Operasi laparoskopi saat ini merupakan salah satu metode operasi yang cukup populer termasuk di bidang obgin alias kandungan. Saya sangat beruntung menempuh pendidikan spesialis kebidanan dan kandungan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, karena cukup banyak mendapat pengalaman mengerjakan operasi laparoskopi ini.

Saat mengerjakan operasi tubal recanalization alias tubal reanastomosis, jenis operasi yang tergolong memiliki kesulitan tertinggi bersama Prof Peter Maher dari Australia

Saat mengerjakan laparoskopi dengan kasus kista endometriosis di salah satu RS di Pekanbaru

Saat menempuh pendidikan spesialis, saya mendapat kesempatan belajar dari beberapa guru. Antara lain adalah saat berdinas di RSUD Ambarawa saya dibimbing oleh Dr. Mundjirin, SpOG (kebetulan beliau saat ini mencalonkan sebagai Bupati Semarang). Kasus yang saya kerjakan disana adalah laparoskopi sterilisasi dengan jumlah kasus yang cukup lumayan sekitar 50-70 kasus.

Kemudian pengalaman berikutnya adalah saat saya bertugas di RSUD Banjarnegara, saya mendapatkan ilmu laparoskopi dari Dr. Haryata, SpOG. Dengan peralatan yang terbilang sangat sederhana, kasus laparoskopi sterilisasi disini sangat banyak. Saya berkesempatan mengerjakan kasus antara 70-90 kasus, bayangkan dalam satu hari saja bisa 20 kasus dikerjakan secara simultan dan tiap tindakan hanya memakan waktu sekitar 3 menit!!

Saya juga mendapatkan pengalaman mengerjakan operasi laparoskopi di RSUD Wonosobo dibawah arahan Dr. Agung, SpOG. Selain mencicipi durian yang berlimpah di kota ini, saya juga mencicipi mengerjakan kasus laparoskopi sekitar 40-50 kasus.

Selanjutnya saat bertugas di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, pengalaman laparoskopi saya makin bertambah dengan tindakan yang lebih complicated. Kasus-kasus laparoskopi yang dikerjakan di Permata Hati, pusat penanganan kesuburan, lebih menantang dan lebih sulit. Disini ada beberapa guru yang mengajari saya seperti Dr. H Risanto, SpOG, Dr Amino Rahardjo SpOG, dan Dr. Hasto Wardoyo, SpOG.

Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, saya cukup beruntung juga pernah belajar dari guru besar laparoskopi yang ada seperti Prof. Peter Maher (Australia) dan Dr. Yap Lip Kie (Singapura). Bahkan beberapa kali saya berkesempatan mengerjakan join laparoskopi dengan ahli laparoskopi seperti Prof Wahyu Hadisaputra (Jakarta) dan Prof Budi Hadibroto (Medan) saat mereka diundang ke Pekanbaru. Bookmark and Share

Read Full Post »


Membahagiakan orang lain ternyata juga membahagiakan kita pada akhirnya


Profesi sebagai dokter kandungan memang sangat berat dan menguras waktu dan tenaga. Meninggalkan istri dan keluarga pun sudah hal yang biasa. Waktu Neszky, anak pertama saya, masih kecil, dengan berat hati saya harus berpisah karena musti mengabdi ke Meulaboh daerah korban tsunami. Memang berat nian rasanya, tapi bila dijalani, semua ternyata bisa dilalui.

Salah satu hal yang bikin ringan beban ini adalah kabar gembira dari pasien. Saya ingat hari pertama di Pekanbaru, saya menerima kabar gembira dari salah satu pasien baby program saya di Meulaboh yang mengabarkan bahwa dia sudah hamil. Cless…rasanya hati ini ikut gembira juga, dan tidak terasa berat meskipun keluarga masih belum ikut ke Pekanbaru.

Kita mundur sebentar, saat saya juga berdinas di Meulaboh. Suatu hari saya menerima kabar gembira dari salah satu pasien saya yang sempat saya periksa sewaktu saya berdinas di Nusa Tenggara Barat. Pasien baby program yang karena keterbatasan waktu (karena saya tugas disana hanya sebentar), saya arahkan ke guru saya Profesor Moch Anwar, SpOG di Yogya mengabari saya kalau sudah berhasil hamil dan berterimakasih kepada saya. Itulah awalnya hingga saya begitu tertarik dan menikmati baby program.

Dalam dua hari kemaren saya menerima kabar bahagia yang datang beruntun. Pertama saya menerima kabar dari salah satu pasien baby program saya yang sudah melahirkan, Mrs Roza, doi mengabarkan kalau teman dia yang jauh-jauh dari Bukit tinggi datang mengikuti baby program saya ke Pekanbaru (5 tahun usia pernikahan) sudah berhasil hamil dan menyampaikan pesan “Salam ya buat Dr. Suryo…”. Pasien ini tertarik ikut ke Pekanbaru untuk baby program setelah mendengar Mrs Roza berhasil dalam baby program.

Berita kedua datang dari sms salah satu pasien saya yang kira-kira 1 tahun yang lalu saya lakukan operasi kista coklat, mengabarkan bahwa dia sudah berhasil hamil. Pasien ini sudah mempunyai seorang putra yang berusia 10 tahun lebih, dan belum berhasil hamil lagi walaupun tidak memakai KB.

Kabar-kabar gembira dari pasien seperti inilah yang membuat saya `melupakan` semua masalah, kepenatan, kebosanan, dan hal-hal yang paling tidak enak sekalipun. Pelajaran untuk saya adalah Ternyata membahagiakan orang lain juga akan membawa kebahagiaan untuk kita.

Read Full Post »



Mungkin sudah bawaan orok kalau saya memang hobi siaran konsultasi kesehatan. Saat saya sedang menjalani pendidikan spesialis di Yogyakarta, saya sering tampil di radio maupun stasiun tv lokal. Biasanya saya tampil di radio Retjo Buntung yang langsung dilanjut ke studi sebelahnya RB Tv. Malah saya sempat punya acara radio khusus yang membahas masalah seputar seks di Q Radio Yogyakarta. Acara seks tersebut memiliki rating yang cukup tinggi dan banyak diminati terbukti dengan banyaknya penanya melalui telepon maupun sms. Host untuk acara tersebut adalah Ryan Wiedhariyanto, yang akhir-akhir ini sering kita lihat membawakan berita dan reportase di Trans Tv. Cukup kangen dengan suasana siaran waktu itu yang dikemas segar, dan saya boleh milih lagu sesuai selera saya… :).

Kemudian saat saya menjalani tugas di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, saya langsung siaran radio hanya berselang kurang satu minggu dari mendarat. Waktu itu saya siaran di radio Dalka FM, radio yang luar biasa dengan moto tetap tegar di pantai barat, bayangkan, mereka siaran dalam kurang satu bulan dari tsunami yang memporak-porandakan seluruh kota Meulaboh. Bagi saya, radio saat itu sangat membantu karena saya bisa menyampaikan pesan ke seluruh bidan yang tersebar maupun masyarakat umum mengenai program-program kesehatan ibu dan anak.

Dalka FM Meulaboh

Selalu berpindah…hingga akhirnya saya bertugas di Pekanbaru. Kira-kira satu bulan setelah pindah ke Pekanbaru, saya juga mulai siaran di RTv rutin di acara kesehatan yang dilangsungkan secara live dan interaktif. Acara ini juga mendapat perhatian dan rating yang cukup baik dari masyarakat, dan saya bertahan mengisi tetap acara tersebut hingga kira-kira hampir 3 tahun lamanya.

Acara Kesehatan di Riau TV


Dimininati kaum ibu, dan para suami lengkapnya sih


Female Health Interactive Program di Pro 2 FM jangan dianggap sebelah mata yah...jangkauan siarnya sampai ke propinsi tetangga dan malah sampai ke Malaka

Untuk radio, saya juga sempat mengisi acara di radio Aditya FM, dan mengulang sebelumnya sebagai nara sumber acara khusus seputar seks dengan host Donny dan Theo yang cukup kompak. Cukup enjoyable dan bikin kangen juga acara tersebut. Selain itu, saya juga sempat beberapa kali di radio Barabas dan In Radio. Sedangkan saat ini masih sesekali muncul di acara kesehatan Dayang Suri Pro 2 Fm.

Lama vakum, ternyata hobi siaran bisa berlanjut lagi. Saat ini rutin siaran tiap hari Sabtu pagi jam 09.00 di TV Melayu acara kesehatan live interactive bersama host Hj Susi Yoserizal. Memang acara ini masih gress, dan baru tayang 2 episode, tapi saya berharap bisa bermanfaat dan informasinya berguna untuk seluruh masyarakat, selain menyalurkan hobi saya tentunya.

Read Full Post »