Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘spog’


image
image

Laparoskopi memegang peran penting dalam usaha mendapatkan buah hati. Melalui laparoskopi dapat dieksplorasi kondisi di dalam rongga perut seperti bagaimana kondisi rahim, kondisi saluran telur, kondisi ovarium, apakah ada pengganggu yang lain sekaligus mengupayakan memperbaiki agar kemungkinan hamil lebih besar. Tindakan laparoskopi ini cukup vital. Gambar diatas adalah beberapa pasien dari berbagai kota yang berhasil mendapatkan buah hati setelah menjalani laparoscopy di Pekanbaru.

Read Full Post »


image

Gambar diatas merupakan bukti nyata miracle. Massa miom ukuran 10 cm atau dua kali lipat ukuran rahim normal dan letaknya di daerah mulut rahim. Dengan massa sebesar itu tentu secara logika menghalangi jalur sperma masuk serta proses penempelan di rongga rahim. Namun Allah menunjukkan kuasa Nya. Penghalang sebesar itu bukan hal yang besar bagi Allah. Dan logika manusia sungguh sangat terbatas. Kehamilan pun bisa berlangsung hingga umur kehamilan diatas tujuh bulan. Nampak ukuran miom lebih besar dibanding ukuran kepala bayi. Semoga mom and baby sehat hingga saat nya persalinan nanti. Semoga kisah ini bisa lebih menyadarkan kita bahwa tiada hal yang tidak mungkin bila Allah menginginkan.

Read Full Post »


image

Murni Tanjung
2x sy hamil, 2x sy ngelahirin dua2 nya di bantu ma dr suryo dr awal khamilan smpi lahiran, wah… Sabar nya LUAR BIASA, obatnya pun mantap buanget… hari ini saya sesar besok pagi udah bisa jalan…ckckck…

image


Cici Miswanto

Betul betul betul,,saya sudah mengalaminya 3bulan yg lalu,,terimakasih dokter suryo.ternyata cesar tidak seprti yg sy bayangkan,,sepulang dr Rs ud bisa aktivitas merawat baby sendiri…!! //┬ácesar sih gak takut cuma pasang spiral masih takut,,sory yaa dok mending ak gak usah Kb aja deh,,,kalo jadi lg Yaa Alhamdulillah,,:D

Buat yang memilih caesar atau kondisi mengharuskan lahir secara operasi, jangan takut ya… bisa nyaman kok

Eh kok ada ya yang lebih takut pasang IUD dibanding operasi caesar…

Read Full Post »


image

Berhasil hamil melalui babyprogram walaupun ada kista

Saat pertama kali datang ditemukan kista coklat 5, 37cm.
“Tenang bu, jangan cemas..kan baru pertama kali berobat disini. Coba dulu deh pakai obat toh secara usia masih ada kesempatan waktu. (Red. Usia pasien 32 tahun). Tidak ada yang tidak mungkin bila Allah menghendaki hamil.”
Pertemuan kedua ukuran kista menyusut jadi 4, 37cm.
Pertemuan ketiga ukuran kista menyusut jadi dibawah 4cm dan…..SUDAH HAMIL

Semoga yang memiliki kista dan masih menantikan buah hati jadi lebih tenang dan percaya bahwa bila Allah berkehendak, ada kista pun hamil juga.

Read Full Post »


image

Pengangkatan Kista Indung Telur Berambut dan Berlemak (Teratoma) dengan Laparoscopy

Mungkin bagi awam, salah satu bentuk kista indung telur yang didalamnya ditemukan rambut, lemak dan kadang gigi sering dianggap sebagai penyakit kiriman atau buatan manusia. Namun sebenarnya itu murni bukan hasil magic atau kiriman.

Penyakit itu bukan kanker dan tidak mengancam jiwa. Peluang untuk hamil dan memiliki buah hati sangat besar. Saat ini ada satu pasien pasca operasi pengangkatan kista jenis tsb yang sedang hamil anak keduanya.

Pilihan tindakan operasi bisa menggunakan tehnik laparotomi dengan sayatan yang besar dan tentu waktu perawatan yang lebih lama. Pilihan yang kedua dengan menggunakan laparoscopy yang hanya luka minimal bagaikan goresan sebesar pena dan perawatan yang jauh lebih singkat.

Penjelasan gambar:

Kiri atas: dari pemeriksaan usg nampak kista yang sebagian cair dan sebagian padat berukuran lumayan besar sekitar 15cm.
Kanan atas: gambaran kista saat dilakukan laparoscopy.
Kanan bawah: gambaran visual bagian kista yang didalamnya nampak ada rambut serta lemak.
Kiri bawah: bekas operasi dengan laparoscopy hanya nampak goresan kecil.

Read Full Post »


Mrs Zulhelmi dan Mr Novriandi bersama buah hati yang dinanti 3 tahun

Totalitas, sikap positif yang sangat dibutuhkan dalam menjalani baby program. Hal inilah yang selalu ditunjukkan oleh pasangan Mrs Zulhelmi dan Mr Novriandi selama menjalani baby program.

Syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Penguasa Semua Mahluk, yang telah merestui usaha ini dengan kehadiran buah hati yang sehat sempurna.

Read Full Post »



Tiba-tiba saja saya teringat pengalaman waktu saya bertugas di RS Muntilan, Jawa Tengah. Saat itu ada satu kasus yang belum terpecahkan hingga saat ini. Saya menangani pasien dengan riwayat obstetri yang jelek. Bayangkan saja, anak pertama pasien lahir dengan bantuan dukun bayi, meninggal beberapa saat setelah lahir. Kemudian pasien melahirkan anak keduanya dengan bantuan bidan, namun sang bayi meninggal tidak berapa lama setelah lahir sama persis dengan anak sebelumnya.

Pasien datang bertemu saya pertama kali pada kehamilan sembilan bulan alias cukup bulan. Riwayat dua kali kehamilan hingga cukup bulan namun semuanya meninggal tak berapa lama setelah persalinan. Pikir saya, bisa saja yang pertama lahir meninggal karena ditolong dukun yang tidak menangani dengan standar medis, dan bisa saja yang kedua juga tidak sesuai standar atau ada sesuatu hal yang lain. Oke, kalau begitu ini yang ketiga sudah benar dalam penanganan dokter kandungan dan tentu hasilnya akan berbeda dibandingkan dukun dan bidan.

Pagi sekitar pukul 8 direncanakan operasi caesar untuk pasien tersebut, dan kebetulan senior saya Dr. Ihsan, SpOG turut hadir di ruang operasi. Tidak biasanya lho, senior ikut hadir waktu saya mengerjakan operasi, entah angin apa yang membawa beliau hadir di operating theatre.

Setelah dokter anestesi menjalankan tugasnya, saya mulai mengerjakan operasi. Mulai dari kulit saya lakukan irisan, terus saya perdalam lapis demi lapis hingga akhirnya saya membuka segmen bawah rahim yang sudah dekat ke janin. Begitu bayi lahir langsung diterima oleh dokter anak. Saya masih konsentrasi melanjutkan operasi, namun kira-kira 10 menit kemudian dokter anak menyampaikan bahwa bayi telah meninggal!!

Saya, Dr. Ihsan, Dr anak, dan seluruh tim yang ada diruangan tersebut kontan kaget dan seperti tidak percaya atas kejadian tersebut. Kondisi anak sebelum operasi baik-baik saja, kok tiba-tiba meninggal begitu lahir. Beberapa pemeriksaan yang direncanakan seperti pemeriksaan TORCH, hingga pemeriksaan kromosom bayi tersebut tidak disetujui oleh keluarga pasien dengan alasan keterbatasan biaya.

Hingga saat ini pun saya masih penasaran dengan kejadian tersebut, apa kira-kira penyebabnya ya?? Kecurigaan terbesar saya adalah adanya infeksi TORCH yang bentuk tersembunyi alias tidak nampak dari gambaran luar karena secara fisik bayi tersebut normal. Dari beberapa penelitian yang saya baca ternyata memang infeksi TORCH merupakan penyebab kematian bayi baru lahir yang sering tidak terdeteksi. Kemungkinan yang lain adalah adanya kelainan kromosom atau sesuatu yang belum bisa dijelaskan.

Pesan moral dari kasus ini adalah, dokter hanya mengupayakan yang terbaik untuk pasien, namun kita tidak bisa menghindari ketentuan Allah. Bila ketentuan Allah berlangsung, maka tiada beda antara dokter spesialis kandungan dengan bidan ataupun dengan dukun beranak sekali pun. Tiada tempat bagi manusia untuk bersombong, dan sebaiknya pasien dan keluarga pasien juga menyadari bahwa dokter hanya bisa mengupayakan yang terbaik sesuai ilmu yang dimilikinya. Bookmark and Share

Read Full Post »

Older Posts »