Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘risiko’


……
Kehamilan merupakan kondisi yang saat berat bagi perempuan, baik secara fisik maupun psikis. Banyak ibu hamil yang makin membaca tentang kehamilan, bukannya maikn tenang tapi malah makin stress dan ketakutan. Belum lagi ditambah dengan bisik-bisik tetangga, kerabat maupun orang-orang disekitarnya.

Salah satu hal yang mencemaskan para ibu (dan suami tentunya) adalah bila saat kehamilan sang ibu terkena cacar. Hal ini juga saya alami di klinik saat berhadapan dengan para pasien. Rata-rata ibu hamil yang terkena cacar apalagi saat kehamilan muda, akan berpikiran sang anak pasti cacat nantinya.

Selalu saya tekankan, bahwa manusia adalah mahluk yang sempurna. Dan Tuhan sudah membekali manusia dengan sistem pertahanan termasuk perlindungan terhadap sang janin. Jadi bila sang ibu hamil menderita suatu kondisi yang tidak menguntungkan seperti infeksi cacar, maka tidak serta merta akan berdampak ke sang janin.

Apa yang harus dilakukan bila ibu hamil kena cacar apalagi saat hamil muda?? Yang harus dilakukan adalah memperbaiki kondisi sang ibu dengan memperbaiki kualitas asupan makanan serta memberikan suplemen vitamin yang kuat dan lengkap. Infeksi cacar merupakan infeksi virus yang biasanya akan membaik sendiri oleh karena sifatnya self limiting disease alias sembuh sendiri oleh daya tahan atau sistem imun tubuh. Hal yang penting lagi perlu dilakukan adalah dengan pemeriksaan ultrasound untuk fetal survey janin apakah ada kelainan ataukah normal-normal saja.

Pernah suatu ketika datang pasien dalam keadaan stress berat ke klinik. Sang pasien menangis di ruang praktek saya dan sang suami pun sangat cemas. Ternyata pasien sedang hamil anak ketiga, umur kehamilan 6 minggu dan menderita cacar. Mereka memaksa untuk dilakukan aborsi karena ketakutan bila sang anak nantinya cacat. Setelah saya melakukan pemeriksaan dan didapatkan kondisi janin baik, maka saya jelaskan ke mereka dan saya anjurkan untuk kehamilan dilanjutkan dengan catatan periksa kehamilan berikutnya harus rutin. Akhirnya mereka setuju untuk dilanjutkan kehamilannya meskipun awalnya dengan rasa cemas dan ketakutan. Tiba saatnya persalinan, sang bayi lahir normal dan sehat berjenis kelamin laki-laki, serta menggenapi dua orang kakanya yang perempuan!!!

Kasus yang lain akan saya sampaikan kutipan dari pasien saya yang kebetulan merupakan peserta Baby Program. Silakan simak kutipannnya….

Ny Yetty Purwanti dan si kecil yang cantik dan sehat


Yetty Purwanti December 31, 2009 at 8:01am

Finally, setelah menunggu selama 4 thn.. tepat sebln setelah ‘anniversary’ kami sy positif hml. Melewati 2x inseminasi & berbagai terapy dan terkena cacar saat hml, akhirnya pd bln oktober 2009 lalu lahirlah putri pertama kami yg bernama ‘Kirana Hananingtyas’ dgn sehat n sem…purna.. Terimakasih ya ALLAH SWT, alhamdulillah wasyukurillah..

Jadi….janganlah cemas…berkonsultasilah dengan dokter kandungan kepercayaan anda bila anda hamil dan terkena cacar
Bookmark and Share
……………….

Advertisements

Read Full Post »


……..

Aleta, wanita yang berusia 57 tahun dan hamil


Banyak muncul pernyataan baik dari pasien maupun dari masyarakat, `Wah udah tua, dok. Ga mau hamil, takut nanti anaknya cacat` atau `Udah ah, udah tua, jadi ga berani hamil lagi`. Tentu kita harus mengkaji hal ini lebih jauh lagi, atau kita sekadar mengiyakan saja hal tersebut???

Sebelum menjawab hal tersebut, mari kita menoleh beberapa kasus yang bisa kita jadikan contoh. Frances Harris, seorang ibu dari Georgia (US), telah melahirkan anaknya pasa usia 59 tahun. Kemudian Aleta St. James telah melahirkan pada usia 57 tahun di RS Mount Sinai, New York. Jangan keburu heran dan takjub, karena itu ternyata belum seberapa dibandingkan Elizabeth Adeney dari Suffolk (UK) yang bersama Adriana Iliescu dan Omkari Panwar tercatat sebagai ibu yang melahirkan anaknya di atas usia 60!!!!

Jadi bagaimana nih?? Kok kayaknya tidak terbukti yah ketakutan wanita yang sudah `berumur` untuk hamil lagi?? Dari pengalaman saya sehari-hari memang banyak juga wanita yang hamil pada usia 35 tahun ke atas. `Rekor` usia pasien saya melahirkan adalah seorang ibu dari Bangkinang berusia 45 tahun 4 bulan yang melahirkan anak pertama dan lahir secara spontan dan sehat!!
oh ya terakhir rekor bertambah, salah satu pasien saya melahirkan di usia 50 tahun dan kala itu dimuat di majalah Kartini plus saya ikut nampang disitu.

Jadi bagaimana nih sikap kita atas pernyataan `Wah udah tua, dok. Ga mau hamil, takut nanti anaknya cacat` atau `Udah ah, udah tua, jadi ga berani hamil lagi`? Hmm….saya sebenarnya tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Kenapa ya kira-kira?? Yang saya tidak setujui bukan karena tidak mau hamil lagi, tapi lebih ke ALASAN tidak mau hamil lagi. Kalau bilang tidak mau hamil lagi karena sudah merasa cukup, tentu YES, saya setuju. Tapi kalau alasannya takut cacat, atau takut bahaya tentu NO, saya tidak setuju.

Kenapa sih alasannya tidak setuju?? Alasannya adalah, karena mereka sebenarnya PENGEN hamil lagi, hanya TIDAK BERUSAHA!! Kita sebagai mahluk yang percaya Tuhan, tentu wajib berusaha bila kita mempunyai keinginan, tul gak?? Masa nyerah segitu gampangnya tanpa perlawanan…

Usaha apa sih yang harus dilakukan?? Good question brother and sister…Usaha yang harus dijalankan antara lain adalah:
1. Melakukan pemeriksaan atau skrining awal
Pemeriksaan meliputi kondisi umum apakah sehat atau tidak, jantung oke atau gak, ada tekanan darah tinggi atau tidak, penyakit kencing manis, tiroid, dll. Kalau pun ada, tentu perlu ditangani dulu kondisi tersebut dan bisa terkendali atau tidak. Ok taruh lah aman ga ada masalah, bole hamil dong?? Eit, tunggu dulu..lihat hal berikutnya.
2. Tinggal tidak terpencil dan sanggup periksa rutin ke dokter kandungan
Ini juga poin yang sangat penting lho. Coba bayangin kalo sang ibu lulus poin pertama, tapi tinggal di pucuk gunung yang jarak terdekat ke RS adalah 15 jam perjalanan…wuiih. Atau misalnya tinggalnya di kota tapi ga mau periksa ke spesialis dan malah periksa ke dukun..Itu kembali namanya manusia yang kurang usaha, ya ga?? Kalau sanggup, maka lulus poin kedua..so lanjut poin 3.
3. Sanggup melahirkan di RS atau dengan pengawasan dokter spesialis kandungan
Hal ini jelas untuk memperkecil resiko yang ada dibandingkan bila pertolongan dilakukan oleh bidan apalagi traditional birth attendant (red:keren yah, padahal yg dimaksud adalah dukun beranak).

Nah, kalo kira-kira sanggup memenuhi tiga syarat tersebut diatas, maka bagi ibu2 yang berumur diatas 35 tahun, 40 tahun, atau 45 tahun dan masih ingin menambah anak…..silakan saja bu…Jangan membatasi diri, karena itu adalah hak ibu, tp ingat….penuhi ketiga poin tsb diatas.

Mau tahu rahasia ga?? Stttt……usia ibu saya waktu melahirkan saya baru 42 tahun lho….
Bookmark and Share
………

Read Full Post »