Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘prematur’


image

Dhyah MaNiez 

saya mau share tentang pengalaman saya selama hamil smpai melahirkan dengan dokter suryo yang ganteng n baik hati,,,awal mula saya hamil dah mengalami tekanan darah yang tinggi smpai selama hamil 5 kali keluar masuk rumah sakit,,,mpe d becandain ma dokter ny mungkin krna suami ny jauh jdi ibu stress,,,dan mpe pada terakhir konsul ke dokter krna tensi yang terlalu tinggi akhrny dokter memutuskan u caesar hari itu juga padahal hamil saya kemaren ini baru 32 minggu,,,tapi alhamdulillah dengan tangan dokter dan mukjizat allah swt anak saya lahir dengan selamat walaupun dengan berat badan yg hanya 1.8 kg dan awal ny harus masuk inkubator selama 10 hari.hingga sekarang alhamdulillah di usia 4,5 bulan udah mencapai berat bdan 6 kg dan sehat n ganteng sama ma dokter ny,,,,makasih ya dok u bantuan n semangat ny selama ini,,,n kata dokter ny “kalau mau hamil lagi kita tggu stabil dulu ya buk tekanan darah ny,,,hehehe  “dokter memang is the best dech,,,,u smua yang ingin memiliki anak yakin dan percaya akan mukjizat allah swt dan allah menitipkan tangan ajaib ny itu pada dokter suryo,,,penantian itu akan berbuah manis dan indah pada waktu ny,,,:)cium n sayang u dokter dari alkhalifi raasyid pratama ( raasyid) untuk oom dokter ganteng ny,,, — feeling loved.

Memang tekanan darah tinggi dalam kehamilan adalah salah satu kondisi yang harus diwaspadai karena risiko cukup besar terutama untuk ibu hamil.

Masalahnya tsb muncul karena adanya kehamilan atau bisa disebut keracunan kehamilan.

Obat yang paling pas tentu kehamilan diakhiri atau bayi dilahirkan. Menjadi masalah bila bayi belum cukup umur kehamilan dan kurang berat badan.

Advertisements

Read Full Post »



Kehamilah yang normal adalah hingga kira-kira 9 bulan lebih dikit. Pemeriksaan rutin diperlukan selama kehamilan dan makin sering saat umur kehamilan makin bertambah. Terminasi kehamilan atau pengakhiran kehamilan kadang diperlukan dengan pertimbangan tertentu.

Malahan era obstetri modern ini lebih cenderung untuk segera melahirkan janin saat janin sudah viable atau dapat survive di luar. Kematangan paru baby tercapai di usia kehamilan 35-36 minggu dan bisa dipercepat dengan suntikan pematangan paru serta berat badan diharapkan setidaknya sudah diatas 2500 gram. Mungkin pertimbangannya adalah lebih mudah mengawasi bayi di luar, kalau haus nangis, dan nampak sinyal-sinyalnya. Nah kalau di dalam perut, air ketuban habis baby nggak ngomong, plasenta fungsinya jelek baby ngga ngomong, nggak dikasih makanan pun baby diam saja. Sedangkan risiko bila lahirnya dipercepat adalah kemungkinan perawatan baby membutuhkan inkubator hingga alat bantu nafas. Jadi semua hal tsb harus dipertimbangkan lebih besar benefit atau lebih besar risk-nya. Nah apalagi, banyak pasien yang saya tangani adalah pasien baby program yang penuh risiko dan begitu dinantikan. Namun biaya penanganan khusus bayi yang cukup mahal juga jadi pertimbangan juga yah.

Berikut ini adalah sharing pasien dan ingin berbagi dengan semuanya, nanti akan kita bahas lebih jauh:

Keguguran anak pertama dan ingin sgr program baby lagi..

Assalamualaikum wr wb, salam kenal dok.. Saya bunda Audrey, mau konsultasi sdkt blh ya dok? Sblmny mohon maaf agak panjang ceritanya ya dok, smg dokter berkenan meluangkan waktu utk membaca

Saya sdh menikah 2thn, pd juni 2011 sy dinyatakan positif hamil 6mggu oleh dokter di kota B.. Kehamilan sy berjalan lancar, janin sehat dan berkembang sesuai usianya.. Pd usia kehamilan 8bln, atas persetujuan dokter sy ke kota J krn mau lahiran disana dkt org tua.. Mnrt perkiraan dokter di kota B dan kota J, due date saya adlh 27 jan 2011..

Tgl 26jan mlm sy control, krn sy pkr sdh mndekati tanggalnya, hsl usg dan ctg bagus smua, bb janin 3.4kg, ketuban bagus. Tp krn msh blm ada tanda2 sy dsrh plg lg dg catatan apabila dlm 1mggu tdk ada tanda2 jg sy hrs operasi.

Pd tgl 29 pagi saya mules dan keluar flek, lgs ke rs dan ctg tnyt sdh tdk ada detaknya. Dan hsl usg jg menunjukkan kl baby sdh tdk ada.. Saya hancur skali dok. G percaya krn 3hr sblmnya smua baik2 saja. Saya ttp melahirkan scr normal, baby saya fisiknya sempurna tdk ada kurang 1 apapun. Smp hr ini sy msh g ngerti apa penyebabny dok, krn kl dr hsl observasi terlihat ada penyempitan pembuluh darah shg asupan nutrisi dan O2 g msk ke baby tp knp g bs dideteksi? Apa penyebabnya? Sy blm dpt jwbnnya.

Tgl 29 jan 2012 kmrn tepat 1 thn saya kehilangan baby pertama saya. Saya ingin sgr hamil lg dok, sbnrnya bbrp bln kmrn kita sdh cb program tp blm ada hslnya. Keluarga dan tmn2 blg mgkn msh kepikiran dg kejadian kmrn, mrk menyarankan sy utk relax, spy cpt hamil lg.

Mohon sarannya dok, agar saya bs dgr hamil lg. Kbtln hari ini saya br hr pertama haid (13 feb 2012). Mdh2n melalui saran dan bantuan dokter saya bs merasakan kebahagiaan spt pasien2 dokter yg lain. Aamiin..

Wassalamualaikum wr wb..

bunda Audrey.

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya pengawasan baby dalam rahim emang lebih sulit. Hal seperti true story diatas sangat saya takutkan, yaitu janin meninggal saat umur kehamilan sudah 9 bulan. Kadang muncul penyesalan, kok ngga dilahirkan lebih dulu aja ya, coba kalau dilahirkan lebih dulu ngga akan meninggal di dalam perut.

Deteksi melalui pemeriksaan ultrasound memang bisa menemukan suatu pertanda namun juga sulit dan sering juga tidak ada tanda sama sekali. Beberapa tanda waspada adalah: bila pertambahan berat badan baby kurang, air ketuban nampak sedikit, aliran darah tali pusat kurang lancar dengan pemeriksaan color doppler sedang hal yang dirasakan si ibu adalah gerak janin berkurang tidak sesering biasanya.

Untuk bunda Audrey, memang sebaiknya segera hamil lagi. Coba dicek juga apakah masih ada keluar ASInya, kalau masih tentu harus distop karena mengganggu kesuburan. Masalah psikis tidak bisa dielakkan, bagaimanapun juga rasa duka mendalam dan stress juga harus dihilangkan karena akan mempengaruhi proses ingin hamil. Lakukan hubungan rutin tiap hari kecuali saat haid, dan konsultasikan dengan dokter untuk obat penyubur sederhana seperti clomiphene citrat.

Nah nanti bila sudah hamil lagi, lakukan pemeriksaan lebih rutin dan lebih sering, serta lahirkan begitu sudah viable dengan berat taksiran baby di 2900-3100 gram atau bila ada indikasi bisa lebih cepat lagi. Hal ini untuk menghindari penyebab yang tidak diketahui dan bisa berulang lagi, kita harus belajar dari pengalaman dan berusaha lebih baik.

Tetap semangat dan saya tunggu sharing berikutnya, semoga sharing berita bahagia bunda Audrey di website ini.

Note: Manusia diberi akal dan pikiran untuk berusaha sebaiknya, jadi anggapan bahwa menunggu hingga lahir dengan sendirinya tidak sepenuhnya benar. Kondisi tiap pasien berbeda-beda dan tentu decisionnya berbeda-beda pula (individual). Bila sudah terjadi, itulah takdir dari Allah dan tidak bisa diubah lagi. Berusaha dan berdoa adalah langkah yang terbaik.

Read Full Post »


Aurell Yendi
Pertama kenal sama dokter yg baik ini tgl 22 juni 2010 di saat aku mau membawa istriku berobat ke jakarta dan minta surat izin terbang, di saat kami jumpa sama dokter suryo kami semua sudah putus asa karena selama kehamilan istriku 12x di rawat di rs karena pendarahan.

Dokter yang merawat bilang itu penyebab ksta (?) karena bayinya bertambah besar maka menyebabkan pendarahan dan ketuban bocor. Lengkap sudah penderitaan istriku selama hamil karena setiap saat jarum infus dipasang. Di saat itu istriku sudah pasrah dan dia pun sudah tidak berharap lagi untuk kesembuhannya, istriku sudah tidak mau lagi dibawa berobat. Disaat itu aku berencana membawanya ke Jakarta.

Sebelum berangkat aku berjumpa sama dokter suryo yang baik ini disaat itu doketr suryo bilang bahwa keadaan istrku tidak terlalu mengkhawatirkan dan bayi kami sehat dan berkembang dan satu lagi tidak ada tanda-tanda ketuban bocor.
Kami berdua heran dengan diagnosa dokter suryo, seakan tidak percaya dokter juga bilang bisa melahirkan normal tanpa harus caesar.

Di saat itu istriku jadi semangat lagi dan istriku sudah tidak murung lagi. Dokter juga kasih ijin istriku boleh perjalanan jauh padahal dokter sebelumnya bilang hanya boleh di tempat tidur aja, tidak boleh banyak bergerak.

Tepat tanggal 24-09-2010 istriku sudah ada tanda-tanda mau melahirkan padahal usia kehamilannya masih 33 minggu, dengan perkiraan berat bayi masih 2 kilogram. Kami kontrol ke dokter ternyata sudah bukaan dua. Istriku ketakutan, takut terjadi yang tidak di inginkan sama bayi kami.

Dokter suryo kasih semangat sama kami dan mengkuatkan kami, akhirnya tepat jam 12.15 lahirlah putra kami dengan selamat dengan berat 2120 gram panjang 44 cm. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan bayi kami sekarang beratnya 4,8 kg.

Terimakasih dokter telah membantu kami, mudah-mudahan dokter tetap jadi yang terbaik dan selalu care sama pasien.
Baru kali ini aku temui dokter yang sebaik dokter suryo.

Sukses selalu dokter.

Pelajaran yang bisa kita petik dari sharing papa-nya Deba diatas adalah kita jangan berputus asa dan tetap berusaha sekuat tenaga kita. Tuhan menganugerahkan akal dan pikiran untuk kita berpikir dan berusaha sebaik mungkin. Terimakasih atas sharingnya, semoga kita bisa menjadi lebih baik lagi dari pengalaman ini.

Read Full Post »


Perjuangan yang panjang dan berat telah dilalui oleh Mrs Pawati dan Mr Heri. Saat pertama kali datang periksa, ingin menambah momongan karena Fadil, si abang telah berusia 8 tahun. Dari hasil pemeriksaan ternyata ditemukan adanya kista indung telur yang berukuran diatas 7 cm. Pilihan yang terbaik saat itu tentunya dilakukan operasi dan langsung diupayakan baby program.

Setelah dipikirkan secara matang, pasien dan suami setuju untuk menjalani operasi. Pada saat operasi selain ditemukannya kista, juga ditemukannya kondisi yang cukup berat yaitu rahimnya ganda, satu besar dan satu lagi kecil. Selain itu juga ditemukan adanya perlengketan yang berat antara rahim, indung telur dan organ sekitar seperti usus. Usaha yang dilakukan saat itu adalah mengangkat kista, dan membebaskan perlengketan dengan harapan meningkatkan kemungkinan untuk bisa hamil. Setelah mendapat penjelasan, Mrs Pawati hanya berkomentar singkat, ` Sepertinya butuh mukjizat buat saya bisa hamil ya, dok`.

`Tiada hal yang tidak mungkin, bila Tuhan menghendaki. Jadi, mari kita tetap berusaha ya,bu. Siapa tahu bisa hamil`. Ternyata Mrs Pawati dan suami tetap rutin berobat menjalani baby program, tiada rasa stress atau mengeluh, malah sebaliknya tiap datang dengan senyum dan hati gembira. Kata-kata yang sering saya dengar hanyalah, `Jangan bosan-bosan lihat saya datang ya, dok`.

Luar biasa, kira-kira setahun setelah operasi, Mrs Pawati dan suami datang karena telah telat haid dan dites hasilnya positif. Dari hasil pemeriksaan, ternyata memang hamil…….., namun kehamilannya ternyata menempati rahim yang kecil, dan bukan rahim yang besar. Sekilas, gambaran yang didapatkan seperti kehamilan diluar rahim.

Nampak sperti rahim `kosong` dan janin berada di luar rahim

Risiko yang mungkin terjadi tentunya adalah rahim yang kecil tersebut tidak cukup besar didiami janin hingga ukuran normal tercapai. Namun hati saya sedikit tenang melihat semangat dan kepatuhan Mrs Pawati dalam mengikuti semua instruksi dan jadwal pemeriksaan. Akhirnya, sang buah hati yang lama dinantikan bisa hadir sehat, selamat dan sempurna.

Kisah diatas menambah lagi kisah yang menakjubkan akan `mukjizat` Allah. Janganlah kita berputus-asa, dan berhenti berusaha, karena bila Allah menghendaki, tiada hal yang tidak mungkin.

Semoga sang buah hati nantinya akan memberikan kebahagiaan untuk Mrs Pawati dan keluarga, serta umat manusia. Bookmark and Share <!– AddThis Button

Read Full Post »


Daniel saat bertemu kemaren..wah udah gede yah


..Hari Minggu pagi kemaren kebetulan saya bertemu dengan salah satu pasien yang memiliki kesan sangat mendalam untuk saya. Bagaimana tidak, Daniel, sang baby boy, merupakan bayi yang luar biasa menurut saya. Dia lahir dalam umur kandungan yang sangat muda yaitu 26 minggu dengan berat kurang dari 1000 gram!!

Daniel adalah anak laki-laki satu-satunya, dengan 3 orang kakak perempuan dari kedua orang tuanya yang berasal dari Sumut sehingga begitu mengharapkan hadirnya anak laki-laki. Saat kehamilan, pengawasan yang dilakukan memang benar-benar ketat, mengingat beberapa pertimbangan dimana salah satunya sdh saya sampaikan tadi. Kita pun sudah memberikan suntikan penguat agar paru-parunya lebih bagus dan lebih cepat matang karena dari pemeriksaan saya ada kecurigaan akan adanya prematuritas.

Daniel dalam penanganan intensif

Suatu ketika, tiba-tiba saya dihubungi oleh orang tua Daniel yang sudah merasakan kontraksi persalinan. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata sudah terjadi pembukaan persalinan dan dengan kata lain sudah tinggal menunggu lahir. Perlu dicermati adalah umur kehamilan saat itu baru 26 minggu dan secara fisik dan fungsi bayi belum siap dan mampu hidup di luar. Saya waktu itu sudah sempat memberikan suntikan pematangan paru secara serial hinggal 3 kali pemberian.

Daniel akhirnya lahir juga malam itu, dan dengan umur kehamilan segitu tentu kita sudah tidak berharap banyak. Saya sudah jelaskan kepada kedua orang tuanya, `Pasrah saja ya, kalo memang Tuhan menghendaki Daniel diambil kembali ya silakan. Karena semua adalah milik Tuhan. Tidak usah berharap terlalu banyak, bila memang Tuhan kasih Daniel bertahan…..Anggap saja itu bonus`

Sesaat sebelum pulang setelah 2 bulan perawatan. Lantunan lagu rohani selalu menemani Daniel melalui walkman.


Kedua orang tua Daniel berdoa setiap saat, lantunan lagu rohani selalu mendampingi Daniel dan ternyata Daniel bertahan juga…..1 hari, 2 hari, 3 hari, dan seterusnya hingga genap 2 bulan dalam perawatan di rumah sakit.
Selama ini saya belum pernah menemui baby yang lahir pada umur kehamilan 26 minggu dan bisa survive. Bagi saya, Daniel adalah mukjizat nyata. Selamat untuk kedua orang tua Daniel, Tuhan telah memberikan `bonus` yang sangat luar biasa. Semoga Daniel dan keluarga selalu dalam lindungan dan kasih Tuhan. Amien.
Bookmark and Share
……………….

Read Full Post »


…….
Pertanyaan ini seriing banget saya dengar dari pasien-pasien, `Dok, saya udah isi lagi…gimana yah menyusuinya?? Lanjut or stop??`

Hal ini bukan hal yang sepele lho…Karena lingkungan sekitar mulai dari ortu ibu, tetangga, teman, dan sebagainya pasti sibuk kasih komen dan kasih masukan yang malah bikin simpang siur. Banyak yang bilang kalo hamil lagi sedangkan masih menyusui akan menyebabkan keguguran, cacat dan segala macam kemungkinan buruk lainnya. Apakah hal ini benar atau tidak??

Secara medis bila menyusui maka akan memicu produksi hormon yang menyebabkan kontraksi rahim. Ternyata hal tersebut hanyalah teori, karena tidak ditemukan bukti bahwa menyusui selama kehamilan akan menyebabkan gangguan janin, prematuritas, atau keguguran. Jadi bila anda mengalami hal tersebut, maka lanjiutkanlah menyusui dan kehamilannya juga. Hal ini disebut sebagai Tandem Nursing.

Selama ini saya selalu memberikan penjelasan kepada pasien bahwa Tuhan adalah Maha Adil, dan tidak akan Tuhan memutuskan ikatan ibu dan sang kakak saat kehadiran sang adik dalam perut ibu.

Semoga bermanfaat
Bookmark and Share
……………….

Read Full Post »