Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘lahir normal’


image

Kehamilan pertama & Pengalaman pertama melahirkan….. Sangat LUAR BIASA…Dr. Suryo Bawono, Sp.OG, TOP bget, Sabar, Ramah n slalu ngasih dukungan ntuk bisa lahiran NORMAL. Alhmdulillah tggal 9 oktober 2013, jam 04.35 wib, anugrah t’indah hadir d tengah keluarga kecil qm melalui persalinan NORMAL, bayi Laki2 yg insyallah akan diberi nama * Fajar Surya Mahardika* (lahir 04.35wib, 17.00 wib sdah boleh plang) 

image

Linc Yi Santi
Saya jg melahirkan normal dgn Dr Suryo.. Masi ingat kata dokter sehari sblm saya melahirkan, “ibu bisa lahir normal, jgn pikir mau operasi ya bu”.. Thanks dokter..

Target melahirkan normal adalah mom and baby sehat. .bukan cepat. ..jadi musti sabar ya

Read Full Post »


Sampai saat ini Mrs Erza adalah pasien dengan usia tertinggi yg pernah saya tolong melahirkan secara normal pada usia 47thn, rekor sebelumnya 45th 6bln. Foto diatas yang menggendong si kecil adalah kakak yang berusia 23 tahun lebih tua.

Berikut ini saya muat juga share pasien saya di wall facebook saya

Afrinie Zizi
Ternyata umur bukan penghalang untuk melahirkan normal…Sy jadi ingat pengalaman waktu hamil anak ke 4, wkt itu Sy periksa ke dr spog tempat periksa waktu hamil anak ke 3..pas tau umur Sy 35 dan hamil anak ke 4 langsung di vonis nanti ngel…ahirinnya harus dioperasi dan langsung steril ( alasannya umur sdh tua) padahal waktu periksa usia kandungaa baru 7 mgg. keluar dr ruang praktik dr tuh langsung Sy janji dlm hati nggak mau balik ke sana lagi……. Untungnya ketemu dr Suryo yg ngasih 2 masukan sampai akhirnya saya bisa melahirkan normal dan Insya allah tgl 19 April ini berusia 1 thn. See MoreThursday at 12:16am

Jadi jangan takut dan nggak percaya diri walaupun usia sudah lumayan

Read Full Post »


Suatu kejadian yang kebetulan, dimana dua orang moms yang mempunyai nama hanya beda 1 huruf yaitu Mrs Andalia dan Mrs Andelia melahirkan ditempat yang sama, hanya berselang kurang dari 5 jam. Peluang kejadian ini mungkin 1 dalam berapa ratus juta, namun ini terjadi.

Apakah kedua baby tsb berjodoh nantinya?? Wah menarik sekali, tunggu beritanya 20 tahun lagi ya….

Read Full Post »


Hasil suatu usaha tidak bisa ditebak dan diketahui sebelumnya. Apalagi baby program yang merupakan usaha mengharap `pemberian` Allah. Namun, banyak hal yang tidak terbayangkan bisa terjadi. Sering kali pasien datang dan hanya menjalani satu pertemuan eh bulan depannya sudah hamil padahal sebelumnya sudah berobat di beberapa tempat dan tidak berhasil. Mungkin ini yang disebut sebagai `jodoh`, artinya kita tidak tahu Allah akan memberi jalan kehamilan melalui dokter siapa, yang penting harus tetap berusaha mencarinya.

Kisah Mrs Fitri diatas merupakan satu contoh baby program yang diluar jangkauan manusia, karena berhasil hamil hanya 1 bulan mengikuti program. Dan ini tidak terjadi pada satu atau dua pasien, namun lebuh banyak lagi. Setiap bertemu pasien yang menyatakan telah terlambat haid saya selalu grogi dan gemetar saat melakukan pemeriksaan.

Ucapan selamat saya sampaikan buat Mrs Fitri dan keluarga, selamat atas kehadiran adik kecil. Semoga adik kecil menjadi anak yang berbakti kepada keluiarga, selalu menyayangi papa-mama-kakak dan semua mahluk yang ada di bumi ini, serta sukses dunia dan akherat. Amin

Read Full Post »


Mrs Maria Susanti adalah salah satu pasien lama baby program, saat ini sudah berhasil mendapatkan sepasang buah hati….
Selamat ya buat Mrs Maria Susanti dan keluarga, sekarang sudah sepasang, santai dulu aja yah….

Read Full Post »



Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan kebahagiaan yang tidak terkira dengan lahirnya 2 baby program dalam satu hari. Kedua bayi lahir melalui proses persalinan normal, satu laki-laki dan satu perempuan. Ucapan selamat untuk mrs Imun dan keluarga serta mrs Tuti dan keluarga atas kehadiran buah hati yang telah lama dinantikan. Saya berharap dan berdoa agar kelak buah hati tsb akan tumbuh sehat sempurna, serta membawa kebahagiaan dunia dan akherat. Amin.

Saya juga berharap kedua keluarga dapat berbagi storynya selama menjalani baby program, sehingga bisa bermanfaat untuk keluarga lain yang saat ini masih mendambakan kehadiran buah hati.

Read Full Post »



Seringkali kita mendengar istilah `lilitan tali pusat` atau `tali pusat terlilit` yang bikin takut dan cemas. Kejadian lilitan tali pusat ini memang harus diwaspadai dan dicermati namun tidak perlu terlalu bikin stress.

Tali pusat memang bisa melilit pada usia kehamilan berapapun. Pada kehamilan muda seperti 5-6 bulan juga bisa terjadi lilitan tali pusat beberapa kali dan bila lilitan tersebut banyak dan erat bisa menyebabkan kematian janin juga. Bila keadaan ini terjadi di umur kehamilan ini, sulit sekali dan we can do nothing.

Nah bila ada lilitan tali pusat dan umur kehamilan sudah 9 bulan bagaimana?? Pada prinsipnya tali pusat tersusun dari komponen yang elastin dan tidak getas, sehingga dengan lilitan tali pusat bayi tetap bisa lahir normal. Namun bila dari rekaman jantung janin menunjukkan gambaran yang tidak normal atau kepala bayi tidak turun-turun maka operasi merupakan jalan yang terbaik.

Berikut ini sharing dari Mrs Winda, mamanya Zafran, yang berbaik hati untuk menyempatkan menulis pengalaman pribadinya agar bisa bermanfaat untuk anda sekalian.


Sy Winda May 25 at 12:06pm
Kelahiran, 17 Mei 2010, Pukul 22.23 WIB (Note: Zafran=bahasa Arab artinya kejayaan/kesuksesan, Prayata=bahasa Sanksekerta artinya sholeh, Wiza=Winda dan Zai).

Dear Dr. Suryo,

Sesuai janji saya ke dokter nih:) buat sharing pengalaman sekaligus mau numpang nebeng tulisan diblog dokter, silakan di-upload tulisan saya jika dokter berkenan. Agak panjang gapapa khan ya dok? Maksudnya biar historinya jadi jelas aja. Kalau mau di-cut bagian awalnya juga boleh kok.

Janin saya pd usia 26 minggu dinyatakan letak lintang dan terlilit tali pusat di leher, secara ini anak pertama tentu saja buat saya was-was. DSPOG yang memeriksa kemudian menyarankan untuk tidak nungging dalam rangka membalikkan posisi janin karena takut kalau dipaksakan malah akan membahayakan janin yg diduga terlilit (takutnya tambah terjerat). Jadilah akhirnya pasrah saja dan lumayan stress juga pas brosing-brosing pada umumnya kalau dalam kondisi ini lumayan banyak kasus yang mengharuskan operasi caesar untuk proses kelahiran. Sebenarnya buat saya ga masalah harus operasi pun, yg penting dede selamat. Tapi alhamdulillah pd pemeriksaaan minggu ke 30 si dedek posisinya sudah kepala di bawah yang memberi harapan untuk bisa lahir normal tapi DSPOG di Jakarta (RSIA Hermina Jatinegara tempat saya kontrol kehamilan) kembali belum bisa memastikan bisa lahir normal atau tidak karena ternyata janin waktu di USG masih tampak terlilit tali pusat di leher dan mengatakan normal atau operasi harus dilihat posisi dede terakhir saat proses persalinan.

Berhubung saya memutuskan proses persalinan di Pekanbaru saja (berhubung suami dan orang tua di sana) mulailah brosing tempat bersalin dan DSPOG di Pekanbaru. Sempat ke RS Santa Maria untuk periksa kehamilan pada usia 15 minggu , ke RSIA Andini untuk periksa kehamilan usia 30 mggu. Semuanya dijabanin untuk dapat second opinion dan penjajakan DSPOG untuk bersalin.

Tapi akhirnya berhubung pertimbangan lokasi yangg dekat dengan rumah orangtua dan provider asuransi dari kantor maka pilihan bersalin jatuh ke RS Awal Bros tapi DSPOG nya belum nemu nih.

Sewaktu belum memutuskan tempat bersalin di RS Awal Bros ada nemu blog DSPOG (ya blog nya dokter Suryo Bawono), blognya kayaknya menarik karena banyak hal-hal yang belum saya tau dibahas disitu dan dokter ini ternyata praktek di RS Awal Bros, jadi tertarik untuk partus dengan bantuan dokter ini. Eh tapi waktu cek di website RS Awal Bros ternyata dokternya dah ga di sana lagi :(. So jadi bingung lagi deh ama dokter siapa ntar partus di Pekanbaru.

Akhirnya daripada stress liat nanti aja deh yg penting sekarang dede sehat aja dulu. Dengan harap-harap cemas terbanglah dari Jakarta ke Pekanbaru pada usia kehamilan 38 minggu (rada nekat emang) tapi demi perhitungan cuti biar lama dibelakang alias habis bersalin dijabanin aja deh. Alhamdulilah di Bandara Cengkareng ga bermasalah, lewaaattt sajaaa, dan untung dede pun tidak kontraksi (anak baik :)). Hari Minggu malam tanggal 9 Mei 2010 sampai di Pekanbaru dan Senin pagi tanggal 10 Mei langsung kontrol ke RS Awal Bros. Seperti biasa awalnya telepon rumah sakit dulu dengan maksud untuk daftar sekalian nanya dokter eh dilalah waktu ditelepon dikasih tau ada Dokter Suryo, tanpa pikir panjang lagi dan pede habis langsung aja “ok saya daftar ke Dr Suryo aja”. Dapat antrian no 4. finally sampai di RS Awal Bros j10 pagi, pas liat informasi ternyata Dr. Suryo baru praktek lagi di Awal Bros, waaah nasib dede nih kayaknya ketemu Dr. Suryo. Waktu masuk ruang prakteknya, upss ternyata dokternya masih muda yaaa (maaf dok, di blog sebelumnya ga terlalu merhatikan fotonya, lagian waktu dah tau dokter ga di Awal Bros lagi, blog nya jadi jarang dibuka).

Diceritain deh tuh kronologis janin sambil ngeliatin hasil pemeriksaan USG di Jakarta dan tentu saja kekhawatiran proses persalinan bisa normal atau tidak karena kasus terlilit tali pusat sampai keinginan partus di Dr Suryo. Menurut Dokter Suryo dede udah cukup umur dengan berat prediksi 3,4kg (error +/- 10%) dan dia menjelaskan bahwa tali pusat itu strukturnya kenyal jadi tidak usah terlalu khawatir. Kemudian intinya dr. Suryo mengatakan “Kalau percaya saya akan kasih obat buk, dosisnya sedikit saja, ga seperti induksi, berdasarkan pengalaman, yang sudah saya beri obat ini merasa nyaman dan ga sakit”. Beliau kemudian menyerahkan kepada saya dan suami keputusannya mau atau tidak mengikuti sarannya. Akhirnya saya dan suami menyetujui, sambil masih bertanya ini itu seperti tanda-tanda persalinan plus minta pengantar untuk proses persalinan. Oia satu lagi, tanpa saya tanya, Dr. Suryo langsung melarang untuk mengkonsumsi rumput Fatimah (hehe padahal saya dah bawa bekal ini dari Jakarta karena special minta dibeliin waktu ada teman yang sedang pergi naik haji). Akhirnya nurut aja deh ama dokternya trus baca postingan dokter soal true story rumput Fatimah di Banyumas tambah yakin deh (nanti saya share di email ke temen-temen deh dok, kebetulan di kantor lagi banyak bumil).

1, 2, 3 sampai 7 hari berlalu dengan meminum obat Dr. Suryo tanpa ada efek berarti, seperti kata dokter, ga sakit, ga ada flek muncul, nyantai bener deh. Hari minggu tanggal 16 Mei 2010 masih jalan-jalan ke Plaza Citra Pekanbaru. Karena seminggu dah berlalu tanpa reaksi, Hari Senin tanggal 17 Mei 2010, pergi kembali ke dr. Suryo. Waktu masuk ruangannya langsung ngomong “ Dok, ga ada reaksi, kok belum ya? Dah seminggu ini”. Dokter Suryo jawab “oo, obat saya memang begitu, ada yang tenang-tenang juga kayak gini udah bukaan 2-3, ayo saya periksa dalam aja”. Diperiksa deh, “tuh kan bener, dah bukaan 3 buk, ini fleknya sambil memperlihatkan jarinya. Langsung rawat inap aja ya, ga usah pulang lagi.” Nah lhooo….saya dan suami pandang-pandangan deh, hihihihi….ga ada tanda-tanda euy:). Ya udah akhirnya kita diantar ama suster ke bagian persalinan untuk cek denyut jantung janin, suami ngurus-ngurus administrasi untuk rawat inap, dicek bentar ama Dokter Suryo, masuk ruangan rawat inap deh, sambil menunggu detik-detik…….menegangkan:).

Jam 11, 12, 13, sampai jam 16, kontraksi tak berarti, cuma sakit dikit-dikit aja seperti mau menstruasi, masih bisa tidur-tidur dulu, dan bukaan tak beranjak dari 3, tuing tuing, lamaaa bener rasanya. Tapiiiii begitu lewat jam 16, sakit dah menjadi-jadi, suami jadi korban buat dipegang, diteken tangannya, dipencet lengannya. Habis magrib sakit makin jadi, jam 9 malam rasanya kok udah mau mengeden ini karena dede dah mulai neken-neken, dan ini sakitnya ampun-ampun karena harus menahan mengeden karena belum waktunya. Akhirnya dipanggil suster dan ternyata dah bukaan 5-6, suster memutuskan dibawa aja deh ke ruangan bersalin, diajarin tarik nafas buat ngilangin sakit (susah tauukkk mau tarik nafas waktu kontraksi :(), dilarang ngeden sebelum waktunya, diajarin nanti cara mengeden kalau sudah waktunya. Thanks to para suster di RS Awal Bros untuk ini (pada baik-baik). Eh, ga lama saya tanya ke suster karena sakit dah ga ketulungan, ternyata dah bukaan 7-8. “Bentar lagi nih kak”, kata mereka. Saya tanya lagi, “dokternya mana?”, “Bentar lagi kak, udah ditelepon, sedang di jalan”. Ga lama dokternya udah sampai, langsung bimbing buat ngeden plus menyemangati. Alhamdulillah cuma 3 kali ngeden dede langsung keluar tanpa tedeng aling-aling dan disambut ama dokter (ga nyangka juga bisa secepat itu dengan sebelumnya diduga terlilit tali pusat di leher). Komentar dokter, “Pinter banget ngedennya, udah seperti anak ke-2 atau ke-3”. Dede terus langsung diletakkan di dada saya, diazanin ayahnya (prediksi cowok sesuai USG dari waktu dede usia 20 minggu), keluar plasenta, liat dokter menyelesaikan pekerjaannya (jahit, nulis-nulis), ga lupa salaman ama dokter, ngucapin terima kasih, selesai, tinggal bersih-bersih dan dibiarin 2 jam untuk diobservasi ada masalah atau tidak baru dikembalikan ke ruang rawat inap. Ternyata terlilit tali pusat di leher ga menjadi masalah buat dede. Makasih ya Allah.

Nenek yang di luar ruangan heboh nelponin orang-orang buat ngabarin dede dah brojol secara normal.

Sekali lagi, saya, suami, dan aran tentunya ngucapkan makasih dok buat support dan pertolongannya. Semoga dengan sharing ini makin banyak yang pede untuk mencoba kelahiran normal terlebih dahulu sebelum memutuskan operasi. Sukses selalu buat dokter.

Salam Hangat,

Winda dan Zai.

Sekali lagi terimakasih atas sharing-nya, semoga pengalaman Zafran bisa berarti dan bermanfaat untuk semuanya. Dan semoga Zafran selalu menjadi sumber kebahagiaan keluarga dan orang-orang disekitarnya. Amin. Bookmark and Share

Read Full Post »

Older Posts »