Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘keluarga’


Si Ucok yang Ganteng....Devon Aritonang


Saya betul-betul merasa ikut bahagia melihat pasangan Mrs Anna Ruth dan Mr Aritonang yang mendapatkan apa yang selama ini ditunggu..kehadiran sang baby boy yang diberi nama Devon Aritonang.
Pasangan ini pertama kali datang mengikuti program pada bulan April 2009, dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan karena bulan Mei 2009 datang dengan hasil test positif. Devon dilahirkan pada 18 Januari 2010 di salah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru.

Sekali lagi selamat saya ucapkan untuk seluruh keluarga, semoga Devon akan memenuhi semua harapan dan mewujudkan impian keluarga. Amin.

Advertisements

Read Full Post »


Anugrah Terindah.....


..Kejadian buruk dan seberat apapun jangan mengecilkan hati kita, tapi sebaliknya harus meningkatkan usaha kita untuk mencapai apa yang kita harapkan diimpikan. Berikut ini saya kutipkan tulisan dari salah satu pasien saya pasangan Zaenal Mutaqin dan Siti Nurma Destiana, semoga bisa memberikan pencerahan untuk kita semua.

Saya ucapkan puji dan syukur kepada TUHAN Yang Maha Esa karena rahmat-Nya saya telah diberikan anugerah yang indah dalam hidup ini. Pada tanggal 8 maret 2009 anak kami lahir dengan selamat. Kami amat begitu bahagia dan tak henti mengucapkan syukur yang begitu dalam dan terima kasih yang tak terhingga pada dokter Suryo, karena dengan pertolongan beliau saya dapat melahirkan dengan proses normal. Dengan kesabaran dan semangatnya membuat saya bangkit dan bertahan, terasa lengkap sudah hidup ini saya telah menjadi wanita seutuhnya.

Walau dulu saya sempat ragu dan depresi setelah mengalami keguguran di kehamilan pertama. Waktu itu saya baru menikah 1 bulan saya mengalami gejala ngidam lalu saya ke dokter kandungan tapi dokter yg pertama bilang tidak hamil atau hamil di luar kandungan kalau begitu harus di gugurkan dgn meminum obat sebelum usia kehamilan semakin besar, atau kemungkinan janin masih terlalu kecil belum terdeteksi alat USG, maka untuk memastikan 1 minggu saya di suruh kontrol ulang. Mendengar ucapan dokter tersebut membuat saya kecil hati. Tuhan mengapa aku di berikan cobaan di awal pernikahan. Setelah 2 minggu saya balik ke RS yg sama namun saya minta dokter yg lain siapa tahu analisanya tdk sama. Di situlah kami mengenal dokter Suryo. Ketika di periksa saya begitu cemas takut pernyataan yg sama akan saya dengar, namun Alhamdulillah dokter suryo bilang saya hamil normal berkembang dgn baik dan sehat, di situ saya mulai yakin untuk menjadi pasien dokter Suryo.

Namun Tuhan menguji kami setelah usia kandungan saya 8 minggu tiba-tiba saya mengalami pendarahan saya terus menelpon dokter Suryo, setelah 3 hari kami ke RS, setelah di periksa ternyata janin saya telah hancur dan harus di kuret malam itu juga kami menginap tanpa persiapan. Hati saya begitu sakit seolah-olah kebahagian terenggut begitu saja. Tapi dokter Suryo dan suami saya memberi semangat yang begitu besar menguatkan hati saya sehingga mampu melawati cobaan ini. Setelah pulang ke rumah tetangga yg menjenguk bukan memberi semangat malah berkata yg membuat saya kecil hati dan putus asa mereka bilang kalau anak pertama keguguran suka susah punya anak lagi, banyak contohnya sampai ada yg tidak punya anak. Setiap hari tetangga yg menjenguk berkata begitu. Tapi orang tua, suami, dokter Suryo dan saudara-saudara saya mengatakan tidak, hanya Allah yg berkehendak atas segala.

Setelah kontrol dokter Suryo memberi obat penyubur dgn sgala nasehat-nasehatnya yg begitu menyejukan hati dan dukunganya membuat saya besar hati.

2 bulan berganti akhirnya Allah memberikan kepercayaan dgn kahamilan saya yg ke 2, saya dan suami amat begitu senang. Dokter memberi obat penguat dan vitamin, kami pun rajin kontrol memeriksakan kahamilan. Dengan sepenuh hati saya menjaga kandungan agar tidak terulang kekecewaan yg kedua kalinya. Mungkin kami sering menggangu Dokter dgn tlp apabila terasa sesuatu di perut saya, tapi untung dokter orang yg sabar sepenuh hati mendengar keluhan dan memberi solusinya, terimakasih dokter Suryo telah banyak membantu dangan sabar, telaten dan begitu ramah.
Dengan humor dan keramahan dokter menenangkan hati, jadi tdk membuat tegang saat menyampaikan sesuatu pada pasien dengan ucapan yg halus jadi tdk membuat pasien depresi heheā€¦.terimakasih dok.jangan pernah bosan membantu saya.

Salam hangat dari Zaenal Mutaqin dan Siti Nurma Destiana.
Bookmark and Share
……………….

Read Full Post »