Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘bidan’


Mrs Zulhelmi dan Mr Novriandi bersama buah hati yang dinanti 3 tahun

Totalitas, sikap positif yang sangat dibutuhkan dalam menjalani baby program. Hal inilah yang selalu ditunjukkan oleh pasangan Mrs Zulhelmi dan Mr Novriandi selama menjalani baby program.

Syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Penguasa Semua Mahluk, yang telah merestui usaha ini dengan kehadiran buah hati yang sehat sempurna.

Advertisements

Read Full Post »



Tiba-tiba saja saya teringat pengalaman waktu saya bertugas di RS Muntilan, Jawa Tengah. Saat itu ada satu kasus yang belum terpecahkan hingga saat ini. Saya menangani pasien dengan riwayat obstetri yang jelek. Bayangkan saja, anak pertama pasien lahir dengan bantuan dukun bayi, meninggal beberapa saat setelah lahir. Kemudian pasien melahirkan anak keduanya dengan bantuan bidan, namun sang bayi meninggal tidak berapa lama setelah lahir sama persis dengan anak sebelumnya.

Pasien datang bertemu saya pertama kali pada kehamilan sembilan bulan alias cukup bulan. Riwayat dua kali kehamilan hingga cukup bulan namun semuanya meninggal tak berapa lama setelah persalinan. Pikir saya, bisa saja yang pertama lahir meninggal karena ditolong dukun yang tidak menangani dengan standar medis, dan bisa saja yang kedua juga tidak sesuai standar atau ada sesuatu hal yang lain. Oke, kalau begitu ini yang ketiga sudah benar dalam penanganan dokter kandungan dan tentu hasilnya akan berbeda dibandingkan dukun dan bidan.

Pagi sekitar pukul 8 direncanakan operasi caesar untuk pasien tersebut, dan kebetulan senior saya Dr. Ihsan, SpOG turut hadir di ruang operasi. Tidak biasanya lho, senior ikut hadir waktu saya mengerjakan operasi, entah angin apa yang membawa beliau hadir di operating theatre.

Setelah dokter anestesi menjalankan tugasnya, saya mulai mengerjakan operasi. Mulai dari kulit saya lakukan irisan, terus saya perdalam lapis demi lapis hingga akhirnya saya membuka segmen bawah rahim yang sudah dekat ke janin. Begitu bayi lahir langsung diterima oleh dokter anak. Saya masih konsentrasi melanjutkan operasi, namun kira-kira 10 menit kemudian dokter anak menyampaikan bahwa bayi telah meninggal!!

Saya, Dr. Ihsan, Dr anak, dan seluruh tim yang ada diruangan tersebut kontan kaget dan seperti tidak percaya atas kejadian tersebut. Kondisi anak sebelum operasi baik-baik saja, kok tiba-tiba meninggal begitu lahir. Beberapa pemeriksaan yang direncanakan seperti pemeriksaan TORCH, hingga pemeriksaan kromosom bayi tersebut tidak disetujui oleh keluarga pasien dengan alasan keterbatasan biaya.

Hingga saat ini pun saya masih penasaran dengan kejadian tersebut, apa kira-kira penyebabnya ya?? Kecurigaan terbesar saya adalah adanya infeksi TORCH yang bentuk tersembunyi alias tidak nampak dari gambaran luar karena secara fisik bayi tersebut normal. Dari beberapa penelitian yang saya baca ternyata memang infeksi TORCH merupakan penyebab kematian bayi baru lahir yang sering tidak terdeteksi. Kemungkinan yang lain adalah adanya kelainan kromosom atau sesuatu yang belum bisa dijelaskan.

Pesan moral dari kasus ini adalah, dokter hanya mengupayakan yang terbaik untuk pasien, namun kita tidak bisa menghindari ketentuan Allah. Bila ketentuan Allah berlangsung, maka tiada beda antara dokter spesialis kandungan dengan bidan ataupun dengan dukun beranak sekali pun. Tiada tempat bagi manusia untuk bersombong, dan sebaiknya pasien dan keluarga pasien juga menyadari bahwa dokter hanya bisa mengupayakan yang terbaik sesuai ilmu yang dimilikinya. Bookmark and Share

Read Full Post »


Tidak ada jaminan dari manusia, karena manusia hanya sebatas berusaha namun bila Tuhan menghendaki maka sia-sialah usaha manusia tersebut. Seperti halnya gambar diatas dimana terjadi kehamilan pada wanita yang berencana menunda kehamilan dengan memakai alat kontrasepsi IUD dan ternyata gagal. Kebetulan yang memasang alat tersebut adalah bidan, tapi mau yang pasang dokter atau profesor sekalipun tidaklah pengaruh bila memang Tuhan menghendaki hamil.
Kebetulan pula beberapa hari yang lalu saya juga menolong persalinan pasien gagal KB spiral, dan yang memasang adalah seorang dokter spesialis kandungan. Jadi tiada beda, selama yang mengerjakan manusia maka tiada jaminan 100% akan berhasil.

Pesan moril untuk dokter dan tenaga medis, jangan sekali-kali arogan memberikan jaminan atas suatu upaya medis. Bila sudah memberikan jaminan, maka berarti bersalah bila mendapatkan kegagalan seperti diatas. Pesan moril untuk pasien adalah dokter juga manusia yang tiada artinya dibanding kuasa Allah. Bookmark and Share

Read Full Post »