Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Baby’


Selamat utk Mrs Ade Ria dan Mr Daniel atas kelahiran buah kasih..semoga si kecil menjadi anak yg sehat,pintar,sukses dunia akherat

Read Full Post »


RUPTUR UTERI

Ini adalah kisahku yang sangat jarang bahkan langka terjadi dalam kehamilan dan kelahiran selama ini..Sebelumnya perkenalkan Saya, Niken Puspitasari,30 tahun dan suami Agus Haryadi, 33 tahun. Kami menikah 24 Desember 2006, selang enam bulan setelah menikah karena belum juga hamil, saya periksa ke dokter kandungan, waktu itu saya tinggaldi kota SMG, ternyata di temukan kista endometriosis tapi dokter mengatakan diameter kista masih kecil sehingga belum perlu dilakukan operasi, dan disarankan untuk segera hamil. Saya pun telah melakukan tes HSG dan suami tes analisa sperma. Hasil analisa sperma oke tidak ada masalah tapi untuk HSG tidak bisa terlihat sampai dalam rahim karena alatnya tidak bisa masuk sampai ke rahim dan hanya berhenti dileher rahim saja, waktu itu dokter kandungan menyatakan bentuk rahim saya abnormal.

Kemudian pertengahan 2008 saya pindah ke kota S dan periksa ke dokter kandungan yang terkenal di kota tersebut dokter A namanya, oleh dokter tersebut saya harus operasi untuk pengambilan kista karena diameternya sudah besar dan mempersulit kehamilan. Dengan berbagai pertimbangan dan keinginan untuk segera memiliki keturunan akhirnya September 2008 saya menjalani operasi kista dengan teknik laparaskopi yang dilakukan oleh dokter A. Dari operasi tersebut selain pengangkatan kista juga ditemukan mioma dan telah dibersihkan semua. Setelah operasi saya mengikuti baby program bersama dokter A di klinik ingin punya anak. Berbagai program telah saya jalani sampai akhir tahun 2010 dan tidak menunjukkan hasil, hingga jalan terakhir saya harus manjalani kuretase dengan harapan setelah dikuret saya dapat hamil secara normal dan bila tidak hamil juga saya akan menjalani program inseminasi buatan atau bayi tabung. Karena takut kuret saya berganti dokter, beliau dokter senior di kota S dan telah banyak pasiennya yang berhasil hamil.

Awal tahun 2011 oleh dokter B saya diminta untuk diatermi karena terjadi penyumbatan tuba sebelah kiri. Selama 14 kali berturut-turut tanpa boleh putus saya melakukan diatermi dan didampingi obat dari dokter B, hingga kemudian 4 Mei 2011 menjadi menstruasi saya yang terakhir karena 1 juni saya tespack saya positif hamil. Awal hamil saya sering flek dan oleh dokter B saya diberi obat penguat dan kehamilan saya selanjutnya tidak terjadi masalah. Karena ini kehamilan pertama dan dinanti sangat lama saya dan suami mencari dokter pendamping untuk perbandingan, kali ini dengan dokter C dan dokter D. Sepanjang kehamilan dari minggu ke minggu ketiga dokter kami menyatakan kehamilan saya oke,janin aktif, detak jantung baik, air ketuban bagus dan 90% bisa melahirkan normal, hingga kehamilan saya memasuki minggu ke-32 semua masih baik dan tidak ditemukan masalah.

Jumat dini hari saat suami dinas keluar kota saya merasakan perut saya sakit sekali sampai kemudian dibawa ke rumah sakit dan diperiksa oleh dokter D, melalui USG keadaan janin,detak jantung, plasenta,air ketuban semua baik dan tidak tampak tanda akan melahirkan, akhirnya dokter D minta saya untuk pulang dengan diberi resep obat untuk mempertahankan janin saya sampai cukup usia untuk dilahirkan. Selama di rumah, perut saya masih saja sakit bahkan tidak berkurang sedikitpun, nafas saya menjadi sangat pendek dan untuk tidurpun harus saya lakukan dengan posisi duduk karena untuk berbaring sakit luar biasa.

Senin sore saya merasakan sakit yang teramat sangat hingga selasa 20 Desember 2011 pagi suami ambil keputusan untuk ke rumah sakit demi melihat saya tidak tega menahan sakit, perjalanan begitu sangat lama dan menyiksa karena setiap jalan yang tidak rata dan membuat mobil berguncang maka sakit yang luar biasa yang saya rasakan di perut. Sampai akhirnya dokter D memeriksa melalui USG tampak indikasi solutio plasenta dan saya harus SC saat itu juga. Namun sebelum SC dokter D minta saya untuk USG 3D (hasil USG saya lampirkan), cukup lama dokter radiologi melakukan observasi terhadap saya dan sampai diakhir kesimpulan saya harus segera masuk ruang operasi, saya lihat dokter radiologi langsung menghubungi dokter D melalui telepon karena begitu pentingnya hasil USG harus diketahui dokter A secepatnya. Semua perawat tampak panik dan saya ingat seorang perawat berkata kepada saya bahwa saya sedang berpacu dengan waktu karena keadaan saya dan janin yang sangat kritis. Sampai di ruang operasi tidak tertahankan sakitnya sampai saya merasakan anastesi sudah bekerja dan semua menjadi nyaman.

Ketika cukup lama dokter D melakukan tugasnya, ditengah operasi saya beranikan bertanya kepada dokter apakah bayi saya sudah lahir? Dokter D menjawab sudah dan dalam pengawasan dokter anak di ruang perawatan bayi, lalu dokter D bertanya apa yang telah terjadi dengan saya karena rahim saya ternyata mengalami robek dan perdarahan yang sangat banyak, waktu itu kata dokter D darah saya hilang 2 liter dan sudah banyak yang membeku dan memenuhi rongga perut. Dokter D bertanya apa saya mengalami kecelakaan? Saya jawab tidak, apakah perut saya mengalami benturan? Saya jawab tidak, apakah semalam saya berhubungan dengan suami? Saya jawab juga tidak. Saya dengar dokter D dan para petugas di ruang operasi merasa heran dengan keadaan di perut juga rahim saya. Mereka mengatakan baru sekali itu melihat kejadian seperti saya.

Akhirnya selesai sudah operasi dan saya dibawa ke bangsal perawatan. Infus berganti dengan kantong darah yang harus diberikan kepada saya dan telah disiapkan 4 kantong untuk mengembalikan perdarahan yang terjadi kepada saya (akhirnya habis 6 kantong). Ketika kulihat wajah suami yang penuh kekhawatiran, saya tidaklah paham karena sebenarnya bayi saya dalam kondisi kritis. Saat itu yang ada dalam hati saya adalah perasaan lega terbebas dari rasa sakit dan bahagia karena akhirnya memiliki keturunan setelah 4,5 tahun menanti.

Hingga dua hari kemudian tepat dihari semua orang merayakan hari ibu 22 Desember 2011 putri kecilku mengalami kejang dan perdarahan hingga akhirnya pukul 12 siang bidadari kecilku berpulang kepada pemiliknya. Waktu itu dokter anak mengatakan bayi saya mengalami hipoksia. Untuk pertama dan terakhir kudekap dan kucium dia sudah dalam keadaan meninggal. Saat itu yang terpikirkan olehku adalah betapa baiknya Alloh beri aku tabungan di surga, meski sakit dan sedih teramat dalam namun saya ikhlas. Padahal dua hari lagi 24 Desember 2011 adalah hari jadi pernikahan kami yang kelima dan harusnya menjadi kado terindah untuk kami, tapi Alloh berkehendak lain.

Esoknya dokter D mengunjungi saya dan ikut berduka dengan kepergian putri kecil saya, beliau menjelaskan tentang keadaan saya bahwa saya mengalami ruptur uteri disebelah kiri atas dan berdekatan dengan tuba kiri. Saya tidak boleh hamil sebelum dua tahun dan untuk kehamilan berikutnya saya harus dalam pengawasan ekstra ketat dari dokter dan kehamilan saya nanti tidak boleh sampai 9 bulan, karena begitu berat janin cukup akan segera dilakukan operasi SC kembali.

Seminggu kemudian saya kontrol luka operasi ke dokter D ,semua tampak baik sampai dokter D mengatakan saya sekarang hanya berharap pada ovarium kanan saja, yang padahal menurut dokter A yang dulu mengoperasi kista saya melalui HSG tuba kanan saya buntu dipangkal, dunia serasa runtuh dengan kenyataan tersebut.

Kadang terbersit penyesalan kenapa jumat waktu sakit perut tidak minta dilahirkan saja atau minta obat penguat organ janin sampai akan dilakukan operasi, tapi berpulang kembali kepada Alloh yang menguasai takdir setiap hambanya. Kini hanya pasrah dan doa yang dapat kami panjatkan, setelah setahun nanti kami akan program baby lagi, karena yang terpenting sekarang sembuh secara fisik dan mental dulu terutama kesembuhan rahim saya, karena letaknya yang di dalam yang tidak dapat dilihat dengan jelas, semoga Alloh yang akan mengoperasi rahim ini dan mengembalikannya dalam bentuk yang paling sempurna dan lebih kuat dari yang kemarin, dan memberi kepercayaan kepada kami kembali, amin..

**** (berikut saya lampirkan foto opersi kista saya september 2008 + hasil lab dari sampel kista, USG sebelum SC tanggal 20 Des 2011 + report dari dokter radiologi, yang ada gambar rahim adalah gambar tangan dari Dokter D menjelaskan ruptur saya Dok, USG terakhir sebulan setelah SC tanggal 1 Februari 2012 + report, semoga bermanfaat buat yang membaca dan saya minta tanggapan dari Dokter Suryo tentang operasi kista dan ruptur saya, karena sampai sekarang saya belum tahu penyebab pasti ruptur saya, bukankah Alloh menciptakan rahim yang lentur? tapi kenapa bisa robek? terima kasih)

Saya menyampaikan turut prihatin dan duka sedalam-dalamnya atas musibah yang Mrs Niken dan Mr Agus alami, dan saya juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya terhadap semua dokter yang menangani Mrs Niken. Saya yakin bahwa seluruh dokter yang menangani telah berusaha menangani sebaik-baiknya sesuai standar keilmuan yang ada. Apapun yang terjadi atas kehendak Allah, dan manusia tak ada kuasa untuk mengubahnya.

Kita sebagai manusia wajib berusaha lebih baik lagi dan belajar dari pengalaman yang terjadi. Beberapa hal yang bisa kita petik pelajaran disini adalah:

1. Operasi medis yang dilakukan dilanjutkan beberapa seri pengobatan ternyata memberikan hasil yang sangat baik dengan berhasil mendapatkan kehamilan. Disinilah hal yang kadang saya selalu sampaikan bahwa bila Tuhan menghendaki hamil, maka tiada hal yang tidak mungkin walaupun seberat apapun seperti kondisi Mrs Niken yang ada kista coklat, mioma, perlengketan, dll.

2. Setelah berhasil hamil, seharusnya Mrs Niken segera memutuskan dokter kandungan mana yang akan mengawasi secara intensif dan berkelanjutan. Pemeriksaan saat kehamilan dengan berpindah-pindah beberapa dokter dapat mengakibatkan pemantauan kurang ketat dan bisa terlewat petunjuk-petunjuk penting selama kehamilan.

3. Ruptur atau robeknya rahim Mrs Niken bisa terjadi karena adanya riwayat operasi mioma sebelumnya yang tentu mengakibatkan terbentuknya titik lemah di rahim (locus minoris) yang rentan untuk jebol. Timing jebolnya juga terjadi pada saat yang biasa terjadi yaitu diatas 7 bulan umur kehamilan, dan jebolnya juga bukan diam-diam (silent ruptured), namun ada sinyal yang nampak yaitu nyeri perut yang sangat hebat.

4. Suntikan pematangan paru sebenarnya bisa memberikan manfaat pada baby untuk mempersiapkan kematangan paru lebih cepat.

5. Untuk kehamilan selanjutnya tentu membutuhkan penanganan lebih intensif selama umur kehamilan, termasuk perkembangan baby dan bagaimana kondisi rahim dan deteksi dini kemungkinan munculnya tanda-tanda robekan rahim.

Semoga Allah memberikan kesempatan lagi bagi Mrs Niken dan keluarga untuk mendapatkan kehamilan dan dapat berlangsung lancar hingga lahirnya buah hati. Amin.

Read Full Post »



Kehamilah yang normal adalah hingga kira-kira 9 bulan lebih dikit. Pemeriksaan rutin diperlukan selama kehamilan dan makin sering saat umur kehamilan makin bertambah. Terminasi kehamilan atau pengakhiran kehamilan kadang diperlukan dengan pertimbangan tertentu.

Malahan era obstetri modern ini lebih cenderung untuk segera melahirkan janin saat janin sudah viable atau dapat survive di luar. Kematangan paru baby tercapai di usia kehamilan 35-36 minggu dan bisa dipercepat dengan suntikan pematangan paru serta berat badan diharapkan setidaknya sudah diatas 2500 gram. Mungkin pertimbangannya adalah lebih mudah mengawasi bayi di luar, kalau haus nangis, dan nampak sinyal-sinyalnya. Nah kalau di dalam perut, air ketuban habis baby nggak ngomong, plasenta fungsinya jelek baby ngga ngomong, nggak dikasih makanan pun baby diam saja. Sedangkan risiko bila lahirnya dipercepat adalah kemungkinan perawatan baby membutuhkan inkubator hingga alat bantu nafas. Jadi semua hal tsb harus dipertimbangkan lebih besar benefit atau lebih besar risk-nya. Nah apalagi, banyak pasien yang saya tangani adalah pasien baby program yang penuh risiko dan begitu dinantikan. Namun biaya penanganan khusus bayi yang cukup mahal juga jadi pertimbangan juga yah.

Berikut ini adalah sharing pasien dan ingin berbagi dengan semuanya, nanti akan kita bahas lebih jauh:

Keguguran anak pertama dan ingin sgr program baby lagi..

Assalamualaikum wr wb, salam kenal dok.. Saya bunda Audrey, mau konsultasi sdkt blh ya dok? Sblmny mohon maaf agak panjang ceritanya ya dok, smg dokter berkenan meluangkan waktu utk membaca

Saya sdh menikah 2thn, pd juni 2011 sy dinyatakan positif hamil 6mggu oleh dokter di kota B.. Kehamilan sy berjalan lancar, janin sehat dan berkembang sesuai usianya.. Pd usia kehamilan 8bln, atas persetujuan dokter sy ke kota J krn mau lahiran disana dkt org tua.. Mnrt perkiraan dokter di kota B dan kota J, due date saya adlh 27 jan 2011..

Tgl 26jan mlm sy control, krn sy pkr sdh mndekati tanggalnya, hsl usg dan ctg bagus smua, bb janin 3.4kg, ketuban bagus. Tp krn msh blm ada tanda2 sy dsrh plg lg dg catatan apabila dlm 1mggu tdk ada tanda2 jg sy hrs operasi.

Pd tgl 29 pagi saya mules dan keluar flek, lgs ke rs dan ctg tnyt sdh tdk ada detaknya. Dan hsl usg jg menunjukkan kl baby sdh tdk ada.. Saya hancur skali dok. G percaya krn 3hr sblmnya smua baik2 saja. Saya ttp melahirkan scr normal, baby saya fisiknya sempurna tdk ada kurang 1 apapun. Smp hr ini sy msh g ngerti apa penyebabny dok, krn kl dr hsl observasi terlihat ada penyempitan pembuluh darah shg asupan nutrisi dan O2 g msk ke baby tp knp g bs dideteksi? Apa penyebabnya? Sy blm dpt jwbnnya.

Tgl 29 jan 2012 kmrn tepat 1 thn saya kehilangan baby pertama saya. Saya ingin sgr hamil lg dok, sbnrnya bbrp bln kmrn kita sdh cb program tp blm ada hslnya. Keluarga dan tmn2 blg mgkn msh kepikiran dg kejadian kmrn, mrk menyarankan sy utk relax, spy cpt hamil lg.

Mohon sarannya dok, agar saya bs dgr hamil lg. Kbtln hari ini saya br hr pertama haid (13 feb 2012). Mdh2n melalui saran dan bantuan dokter saya bs merasakan kebahagiaan spt pasien2 dokter yg lain. Aamiin..

Wassalamualaikum wr wb..

bunda Audrey.

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya pengawasan baby dalam rahim emang lebih sulit. Hal seperti true story diatas sangat saya takutkan, yaitu janin meninggal saat umur kehamilan sudah 9 bulan. Kadang muncul penyesalan, kok ngga dilahirkan lebih dulu aja ya, coba kalau dilahirkan lebih dulu ngga akan meninggal di dalam perut.

Deteksi melalui pemeriksaan ultrasound memang bisa menemukan suatu pertanda namun juga sulit dan sering juga tidak ada tanda sama sekali. Beberapa tanda waspada adalah: bila pertambahan berat badan baby kurang, air ketuban nampak sedikit, aliran darah tali pusat kurang lancar dengan pemeriksaan color doppler sedang hal yang dirasakan si ibu adalah gerak janin berkurang tidak sesering biasanya.

Untuk bunda Audrey, memang sebaiknya segera hamil lagi. Coba dicek juga apakah masih ada keluar ASInya, kalau masih tentu harus distop karena mengganggu kesuburan. Masalah psikis tidak bisa dielakkan, bagaimanapun juga rasa duka mendalam dan stress juga harus dihilangkan karena akan mempengaruhi proses ingin hamil. Lakukan hubungan rutin tiap hari kecuali saat haid, dan konsultasikan dengan dokter untuk obat penyubur sederhana seperti clomiphene citrat.

Nah nanti bila sudah hamil lagi, lakukan pemeriksaan lebih rutin dan lebih sering, serta lahirkan begitu sudah viable dengan berat taksiran baby di 2900-3100 gram atau bila ada indikasi bisa lebih cepat lagi. Hal ini untuk menghindari penyebab yang tidak diketahui dan bisa berulang lagi, kita harus belajar dari pengalaman dan berusaha lebih baik.

Tetap semangat dan saya tunggu sharing berikutnya, semoga sharing berita bahagia bunda Audrey di website ini.

Note: Manusia diberi akal dan pikiran untuk berusaha sebaiknya, jadi anggapan bahwa menunggu hingga lahir dengan sendirinya tidak sepenuhnya benar. Kondisi tiap pasien berbeda-beda dan tentu decisionnya berbeda-beda pula (individual). Bila sudah terjadi, itulah takdir dari Allah dan tidak bisa diubah lagi. Berusaha dan berdoa adalah langkah yang terbaik.

Read Full Post »


Manusia dianugerahi akal dan pikiran untuk berusaha, dan sebelum sesuatu berlaku maka ketetapan Tuhan juga belum berlaku…artinya kita masih boleh mengusahakan sesuatu.

Setelah melahirkan baby Aziza, tidak memakai KB namun tidak kunjung hamil. Akhirnya datang berobat untuk babyprogram, nah sekalian aja `Pak, kita usaha aja untuk baby program cowok…siapa tau dikabulkan Allah’

Read Full Post »


Beberapa posting terakhir ini kebetulan kok ya tentang Baby Program Plus, biasanya sih hanya tentang Baby Program aja. Plus disini maksudnya ya berbeda dengan baby program biasa seperti kombinasi dengan memilih jenis kelamin bayi, dan malah ada juga yang programnya juga melibatkan dokter lain. Semoga kisah-kisah nyata yang saya sampaikan bisa mengangkat semangat dan motivasi pembaca yang masih mendambakan hadirnya buah hati. Jangan anda berputus asa, berusaha dan berdoa itu wajib, berhasil atau tidak itu kuasa Tuhan.

Sherly dan suami sudah menikah sekitar 3 tahun saat datang pertama kali konsultasi pada bulan Mei 2007. Sebelumnya Sherly sudah pernah menjalani operasi pengangkatan kista. Setelah menjalani baby program selama 6 bulan, akhirnya dinyatakan positif hamil. Perjalanan selama proses kehamilan cukup berat dengan munculnya keluhan mual dan muntah. Bahkan beberapa waktu sebelum proses persalinan, Sherly sempat datang ke UGD karena keluhan mual muntahnya cukup berat hingga akhirnya dokter memutuskan untuk mempercepat persalinan dengan induksi persalinan. Sang bayi berjenis perempuan akhirnya lahir spontan dengan berat badan 2500 gram pada tanggal 28/06/2008 pukul 03.58. Setelah persalinan Sherly berucap singkat, ‘Tuhan yang menuntun saya kenal dokter saat melihat siaran dokter di tv’.


Tak terasa waktu bergulir cepat saat Mrs. Sherly dan suami berkunjung ke klinik dengan membawa Baby Rayhan yang lahir pada 1/1/2010. Kira-kira satu tahun yang lalu, mereka datang untuk baby program yang kedua dan menginginkan anak laki-laki dan ternyata Tuhan mengabulkan doa dan usaha mereka.

Semoga kehadiran sepasang buah hati tersebut memberikan kebahagiaan dan ketentraman dalam keluarga Mrs.Sherly. Amin. Bookmark and Share <!– AddThis Button

Read Full Post »


Salah satu proses kelahiran baby program pada pasangan yang sudah 10 tahun menunggu sang buah hati.....Full story menyusul


kadang kadang emang kita dibikin bingung oleh pertanyaan pasien
beberapa waktu yang lalu saya terima message yang berisi pertanyaan dari salah satu pasien
berikut ini kutipannya:

`Yg dibawah ini OOT pak ya 🙂
Oh ya, selama ini bapak pernah menjalani partus sectio gak?
Sy denger dari temen, blm ada pasien bpk yg menjalani sectio. Bapak selalu mengusahakan partus normal walaupun harus divacum. Itu bener kan pak?

Temen sy penasaran ma Bapak. Kalo hal itu bener, itu nilai plus jg utk bpk ;)`

memang kadang serba salah ya
selama ini memang saya mengutamakan persalinan vaginal dan bukan caesar utk pasien-pasien saya
karena memang bila tdk ada indikasi kuat utk caesar, tentu lebih baik dilakukan persalinan vaginal

memang secara `ekonomis` dokter akan `rugi` karena jasa persalinan vaginal jauh lebih kecil dibanding caesar
akan tetapi dokter bukanlah pedagang yang hanya mengejar keuntungan materi
diluar itu juga ada kepuasan tersendiri bila dapat menangani pasien sesuai standar yang ada

perlu diketahui bahwa operasi caesar adalah prosedur operasi dasar yang dikuasai oleh seorang dokter kandungan
sering kali operasi caesar disebut dengan `bread and breakfast` surgery
maksudnya adalah baru bangun tidur belum bener2 melek pun seorang dokter kandungan sanggup mengerjakan operasi caesar

Read Full Post »


……………………………………….
Kalau baca judulnya kok kayaknya aneh ya. Tapi saya juga baru tau hal itu lho.


Begini ceritanya, suatu saat ada pasien saya yang habis melahirkan datang periksa ke tempat praktek saya.
Sang ibu bercerita kalau sebelumnya si baby menderita sakit mata, dengan keluhan matanya berair dan banyak tahi matanya. Kemudian, kata orang tuanya, sakit mata tersebut bisa diobati dengan mengoleskan asi ke mata baby. Nah, ga berapa lama kemudian sembuh tuh sakit mata si baby.

Tinjauan secara medis memang hal tsb memungkinkan, karena asi sendiri banyak mengandung antibodi alias kekuatan untuk melawan penyakit.
Sejauh ini sih belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan hal tsb.

O, ya…gimana ya kalo yang sakit mata se-kelurahan???
Repot juga ya ibu menyusui jadinya
Bookmark and Share
……………….

*mohon kalau sudah ada yang mencoba dan punya pengalaman, isi komen dibawah ini ya

Read Full Post »


Mrs Roza and family in my previous clinic


Kadang bila kita membayangkan sesuatu, maka bayangan tersebut bisa jadi berbeda dengan kenyataannya.
Kadang yang simpel jadi rumit dalam bayangan kita. Tentu bila sesuatu rumit dan kompleks, yang menjalaninya pun akan berat dan males-malesan. Ya ga??

Nah ini saya kutip salah satu tulisan pasien saya yang sudah berhasil dalam baby program dan mendapatkan seorang baby boy yang lucu dan sehat setelah lebih dari 2 tahun menunggu.

Roza Marthalisa
well..dr suryo adalah dr kami yg ke3. dua dokter sebelumnya selalu bilang gak ada masalh apa2,(hanya usg luar) dan saya terus diberi obat yg jadinya bikin endut. ketika km memutuskan untk berhenti berusaha, (memasuki thn ke2 perkawinan) seorang teman telp saya dan cerita klo dia habis dr RS, dan dilayani ama seorang dr yg menurut dia worth… See More for me to try. katanya: “sepertinya dia bagus lis,enak konsult ma dia”, (jgn GR dok..)well awalnya aku fikir, yea..yea..trus sore harinya, another friend call, dia bilng”kemarin aku ke RS, dr yg cewe lg cuti, aku dilayani ma dr cowo, namanya dr suryo, bagus deh lis, aku suka, coba deh ke dia..” nah itu baru bikin penasaran,,,dihari yg sama 2 teman menyarankan dr.suryo..jd penasaran jg. ak blg ke suami, yg tadinya kami udah agak capek,(udh pijit sana kmari, minum apalah yg orang bilang) jadi semangt lg. ya udah, kt konsultasi, dr suryo langsung periksa dalem…(malunya luar biasaaaaa……) en blg ada infeksi di leher rahim ku.
August 2 at 12:17am

hal yang sering terjadi adalah berhenti untuk usaha, dan tentu saja menyianyiakan waktu yang tersisa…..
(baca tulisan saya sebelumnya:`Ayoo anak-anak, selesai tidak selesai dikumpulkan…!`)
yuk kita lanjutkan tulisan berikutnya….

Roza Marthalisa
trus diobatin, bulan dpn dinyatakn sembuh, dan kita mulai program. ak mulai program bln oktbr, minum obat ampe desmbr, positifnya bln april. awalnya gak percaya, gak tau knapa, pagisubuh it aku iseng aja test pake test pack,ketika hslnya+, aku nangis, ampe pegangan ama meja dapur biar gak jatuh, antara bahagia, takut dan ga percaya…well..yg aku … suka dr dr suryo beliau dlm membimbing kami yg bodo-bodo ini detail bgt,kita enak ngobrolnya, babys program gak jd sesulit yg dibayangin krn beliau selalu optimistic.. pertama kl konsult malah suami ku yg kepincut duluan, di blg, “udh de, doktr kita beliau aja, ” yo wis…cocok….hehe..thank you ya doktr…makasi atas semuanya.see you soon on our 2nd program..otreh…
August 2 at 1:00am ·

memang saya selalu optimis dalam semua hal, hanya sikap optimis yang dikombinasi dengan usaha maksimal dan sikap pasrah. Bagi saya kombinasi ketiganya sangat diperlukan.
1. Optimis
Dengan adanya sikap ini maka kita akan selalu positif memandang sesuatu, selalu semangat dan secara langsung maupun tidak langsung akan meningkatkan keberhasilan kita meraih keinginan kita.
2. Usaha maksimal
Bila kita mempunyai suatu keinginan, dan kita hanya duduk-duduk tiada usaha maka tentu keinginan kita tersebut tidak terwujud. Untuk usaha baby program bagaimana usahanya?? Tentu berkonsultasilah dengan dokter kandungan yang concern tentang baby program dan anda merasa nyaman dengan sang dokter. Ikuti semua detil tugas-tugas anda dalam program yang dijalankan.
3. Pasrah
Sikap pasrah merupakan sikap yang juga sangat penting dalam keberhasilan baby program. Dari pengalaman saya, rata-rata pasien yang berhasil memang sudah dalam kepasrahan yang sangat tinggi. Bagaimana tidak pasrah bila sudah berusaha bertahun-tahun malah ada yang lebih dari 10 tahun dan belum berhasil.
Jadi tunggu apa lagi?? Gunakan dan maksimalkan waktu anda untuk berusaha…jangan sia-siakan waktu anda berlalu percuma…Baby program tidak sesulit yang dibayangkan kok….

O, ya…sikap optimis yang dijaga terus, ternyata juga bermanfaat lho saat proses persalinan…ga percaya?? Coba baca nih…

Roza Marthalisa
hehe dokter narsis nih…^_^ peace dok…emang doktr masih ingat ya..iya aku kan ngelahirinnya ga pake ngejan, begitu dibaringkan di ruang bersalin, doktrnya masih preparation, eh,alhamd langsung keluar deh si athar..alhmd gak kaya yg di tipi2 itu..:)mungkn krn doktr suryo tuh ketat banget soal berat badan, (tapi skrang aku endut dok, nah lo…) …selama hamil aku cuma naik 6 kg..hebat kan…hehehe..(habis pernah naik 2 kg dlm 2 mgg dimarahin doktr..:(..trus apapun yg diresepin doktr aku habisin, rajin deh pokoke,..oya
August 11 at 12:09am ·

Bookmark and Share

Read Full Post »


Tidak layak bagi manusia manapun untuk menjatuhkan vonis, atau dengan kata lain mengucapkan kata `tidak mungkin` untuk suatu hal. Dengan mengucapkan kata tsb, maka kita secara langsung maupun tidak langsung akan membatasi diri kita dengan tembok yang tebal, menurunkan semangat dan usaha, dan yang paling kita takutkan adalah mengecilkan kuasa Tuhan.

Saya akan mengutipkan tulisan salah satu pasien saya di halaman facebook saya:

Mairani Hidayat at 9:58am April 26
beruntungnya,saya and suami menjadi pasien dr. suryo 1 tahun 4 bulan yang lalu…dokter yang sangat care and tegas terhadap pasien ini memberikan keyakinan yang luar biasa kepada kami untuk punya baby, setelah 2 dokter memvonis hal itu mustahil…
setelah 1 bulan saya dan suami bertemu beliau, saya positif hamil. huhuuuuuh…pengen deh lempar tes pack sama 2dokter tadi…..

tepatnya 2 tahun 10 bulan perkawinan kami, hadir matahari kecil yang selalu menyinari hari-hari keluarga ini.
28 september 08, merupakan hari istimewa yang belum pernah kami rasakan, bahkan terindah yang pernah Allah berikan…alhamdulilah……

suka dukanya, 2 kali dimarahin dr. suryo karena telat kontrol kehamilan…hehe… peace dok…;) tegas banget sehhhh…
tapi bagus,demi kesehatan pasien….dan salutnya, 2 kali saya masuk UGD saat kehamilan,beliau selalu siaga and langsung menangani tanpa harus menunggu lama. hari gini kayaknya susah deh cari dokter yang mendahulukan kepentingan pasien….hebatnya lagi, kapan pun, beliau siap ditelpon untuk menerima keluhan pasien…
saat ini saya sedang mencari-cari dokter anak yang kayak dr.suryo. “care, tegas, profesional, fokus ma pasien

Vonis mustahil atau tidak mungkin adalah vonis yang sangat berat bagi pasien, dan bisa menimbulkan dampak psikis yang sangat berat. Apa jadinya bila pasien terpukul dan tidak melanjutkan usahanya lagi?? Bisa-bisa waktu yang tersisa akan sia-sia berlalu.

Saya selalu mengibaratkan usaha untuk hamil atau baby program seperti layaknya kita sedang menghadapi ujian. Bila kita mentok, blank, atau kesulitan mengerjakan soal tsb tapi waktu masih tersisa, tentu tidak ada salahnya dan sudah sewajibnya kita berusaha terus untuk mengerjakan soal tersebut. Terus..dan terus coba mengerjakan hingga terdengar teriakan ibu guru `ayo anak-anak, waktu sudah habis…selesai tidak selesai dikumpulkan!!`.

Eiiit, belum selesai pelajaran kita tentang hal MUSTAHIL atau TIDAK MUNGKIN tersebut…Simak kutipan di bawah ini:

Mairani Hidayat at 8:14pm June 13
ngomong-ngomong masalah ngelahirin normal, saya dan suami juga sangat termotivasi oleh dr.suryo.
saya penderita asma, sejak hamil asma saya bertambah berat.setiap bulan pasti kambuh.
awal kehamilan, saya and suami berniat untuk melahirkan operasi saja.
setelah usia 6 bulan, dr suryo meyakinkan kami bisa lahir normal asal kondisi kesehatannya dijaga.
usia 7 bulan titik puncaknya asma saya lagi berat-beratnya.. sampai dalam seminggu tiap hari di nebulizer..
dr.suryo bilang, kalo mau normal, jaga kondisi kesehatan….and saya ikutin saran beliau.

semua teman bilang, saya NGGAK MUNGKIN melahirkan normal. dokter kandungan yang pernah saya temui juga bilang saya disarankan operasi. alhamdulilah, detik-detik mau melahirkan kondisi saya baik.semua omongan temen-temen saya tidak terbukti. saya melahirkan NORMAL padahal bidan-bidan sudah pada cemas, malah ada yang sampai nangis lihat saya…mereka menyarankan pada suami saya untuk operasi saja.
kami berserah diri pada allah dan berpegang pada saran dokter..ya karena selain allah, yang nolong ya cuma dokter..kalo dokternya saja nggak yakin, apalagi pasien.. kalo dokter menyarankan operasi, masak pasien mau nolak sih?
jadi keyakinan itulah yg kami dapatkan dari dokter suryo….

and ternyata tuh… nikmatnya melahirkan normal luar biasa…indah… saya pikir menikah adalah hal terindah dalam hidup saya.. ternyata ada lagi yg lebih indah, “saat melahirkan”. 🙂

Sejak awal sudah di vonis oleh teman-teman maupun beberapa dokter kandungan yang ditemui bahwa TIDAK MUNGKIN bisa melahirkan normal dan operasi adalah jalan satu-satunya. Bayangkan saja, selama kehamilan saja serangan asma bolak-balik datang hingga bolak-balik juga ke UGD rumah sakit untuk mendapat terapi nebulizer. Tapi ternyata dengan usaha dan keyakinan yang kuat, Allah memberikan jalan yang bagi manusia adalah hal yang `TIDAK MUNGKIN` menjadi `MUNGKIN`!

Pelajaran ini sangat penting bagi kita, untuk selalu ingat…..Tuhan itu ada, dan tidak ada hal yang TIDAK MUNGKIN bila Tuhan menghendaki…Karena Tuhan Maha Berkehendak

Selamat ya Mrs. Mairani dan Mr. Hidayat…Kehadiran putra anda merupakan anugerah terindah untuk anda sekeluarga, dan untuk kita memberikan pencerahan yang luar biasa tentang makna Tuhan. Saya yakin, putra anda nanti akan banyak menghadirkan hal-hal yang luar biasa…Nggak percaya?? Lihat aja nanti
Bookmark and Share

Read Full Post »


Setiap pasangan suami istri tentu mengidamkan hadirnya buah hati dalam kehidupan rumah tangganya. Akan tetapi hambatan untuk mendapatkan keturunan juga merupakan hal yang sering dihadapi oleh pasangan suami istri. Hambatan tersebut tidak mengenal usia maupun sosio ekonomi. Pasangan yang belum berhasil hamil dalam waktu satu tahun pernikahan, dimana hubungan suami istri dilakukan rutin dan teratur serta tanpa menggunakan alat kontrasepsi dimasukkan kedalam kategori pasangan infertil. Jumlah pasangan infertil mencapai 10% dari seluruh jumlah pasangan suami istri.

Tribun Pekanbaru

Menurut penuturan Dr. Suryo, SpOG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang berdinas di Pekanbaru, “ Pasangan suami istri yang belum berhasil mendapatkan keturunan, janganlah menganggap hal itu sebagai kiamat atau akhir dari segalanya. Sebaiknya datanglah untuk dilakukan pemeriksaan dan menjalani program ingin anak dengan rutin”. Beliau juga menambahkan “ Suami dan istri harus kompak dan bersama menjalani konsultasi, pemeriksaan dan program ingin anak. Program tidak akan berhasil tanpa peran serta aktif dari suami dan istri. Juga tidak pada tempatnya suami dan istri saling menyalahkan akan kondisi yang terjadi. Keadaan seperti ini sebaiknya malah makin mendekatkan hubungan suami istri sehingga memberikan nilai positif bagi keberhasilan program kehamilan. “

Penanganan yang baik dan rutin tidak menutup kemungkinan keberhasilan untuk mendapatkan kehamilan seberat apapun kondisinya. Hal itu terbukti dengan banyaknya keberhasilan program kehamilan yang ditangani oleh Dr. Suryo, SpOG, dokter kandungan yang masih muda namun sudah banyak pengalaman dan pernah bertugas mulai dari Bandung, Jogjakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, hingga Aceh sebelum akhirnya menetap di Pekanbaru.

Salah satu keberhasilan program ingin anak yang ditangani dr. Suryo,SpOG adalah pasangan suami istri Tavip dan Elveria yang sempat dimuat di salah satu harian Riau tanggal 10 Januari 2008 yang lalu. Tavip dan istrinya sudah menjalani pernikahan selama hampir 11 tahun dan sudah kenyang berobat. Hampir semua dokter kandungan yang ada di Pekanbaru dan bahkan hingga Melaka mereka kunjungi, hingga dia sempat berseloroh “Saya sudah akrab dengan semua dokter kandungan yang ada”. Hingga pada suatu kesempatan saat melihat satu tayangan kesehatan di Riau TV dengan Dr. Suryo SpOG sebagai narasumbernya, Tavip merasa yakin akan berhasil dengan penanganan Dr. Suryo, SpOG.

Konsultasi dan penanganan baru berlangsung selama 3 bulan dan Alhamdulillah kehamilan yang diharapkan datang. “Ternyata penyebab tidak hamilnya istri saya adalah telur istri saya yang terlalu cepat menetas sehingga tidak bias dibuahi. Awalnya saya sudah setuju untuk inseminasi saja, akan tetapi Dr. Suryo menyarankan agar sebisa mungkin proses kehamilan berjalan secara normal dengan memberikan suntikan penghambat penetasan telur prematur hingga akhirnya istri saya positif hamil dan inseminasi tidak sampai dilakukan”, tutur Tavip. Proses kelahiran sang buah hati akhirnya berjalan dengan lancar, bayi berjenis kelamin laki-laki lahir secara sesar pada akhir bulan Desember 2007.


Fathi, putra pasangan Tavip dan Elveria

Bookmark and Share

Read Full Post »