Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Pregnancy’ Category


Vicky Diah Saputro
dr. suryo adalah seorang teman lama yg ga sengaja ketemu di ugd rs awal bros pekanbaru waktu aku keguguran anak pertama, oktober 2006. saat keguguran itu, aku sempat stres karena itu adalah kehamilan yg ditunggu2 oleh suamiku dan seluruh keluarga besar. waktu itu dr. suryo membesarkan hati suamiku, katanya “tenang aja.. aman tuh. abis ini langsung program”.
awalnya aku ragu.. deg2an.. orang2 bilang kalo abis keguguran nti susah hamil lagi.
but it was a miracle.. november 2006 aku dinyatakan positif hamil. whatta surprise! 😉
juli 2007 aku melahirkan anak pertamaku, valencia, melalui SC oleh dr. suryo tepatnya pada tanggal 20 07 2007 pk. 20.07. nice n lucky number, isnt it? 🙂
6 hours ago

Tulisan ini untuk menjawab salah satu pertanyaan tentang kapan boleh hamil lagi setelah keguguran.

Advertisements

Read Full Post »


Kisah Mrs Nazirah,37 tahun dan Mr Sudirman ini bagi saya sangatlah luar biasa. Tangan Tuhan telah bekerja dan mewujudkan impian keluarga ini.

Keluarga Mrs Nazirah mempunyai 4 orang anak yang terbesar kelahiran tahun 1995 dan terkecil kelahiran 2001 (9 tahun) dan kesemuanya adalah perempuan. Mrs Nazirah berjumpa saya pertama kali pada tanggal 21/03/2009 dan saat itu mengalami perdarahan di dalam perut karena adanya kehamilan di luar rahim. Otomatis segera dilakukan operasi secepatnya dengan akibat satu saluran telur harus dipotong karena perdarahan yang hebat dan sudah compang camping.

Setelah proses penyembuhan operasi, dari diskusi dengan pasien dan suami ternyata masih menyimpan harapan untuk hamil dan tentunya mengharapkan seorang anak LAKI-LAKI yang belum kunjung hadir. Dengan keterbatasan kondisi dari satu saluran telur yang sudah buntu, dan keterbatasan saya sebagai manusia maka berkomitmen untuk dilakukan Baby Program Plus yaitu pengen hamil dan pengen laki-laki. Maha Besar Allah, tidak butuh lama kemudian kehamilan terjadi dan akhirnya 30/05/2010 lahirlah PANGERAN yang sudah lama ditunggu-tunggu.

Tiada hal yang tidak mungkin selama Allah menghendaki. Manusia wajib berusaha dengan kondisi yang ada dan keterbatasan yang dimilikinya. Bookmark and Share <!– AddThis Button

Read Full Post »



Masih ingatkah anda kisah Baby Ardhani Chandra yang hadir dari baby program?? Ternyata 11 bulan kemudian lahirlah adiknya. Waktu itu 2 bulan setelah kelahiran, Mrs Donna Riana langsung datang untuk baby program sang adik dan alhamdulillah, Tuhan langsung mengabulkan kehadiran adik yang sampai berita ini diturunkan belum mendapatkan nama. Ada yang punya usul??

Sekali lagi selamat utk Mrs Donna Riana dan keluarga atas karunia terindah hadirnya 2 buah hati tercinta. Semoga memberikan kebahagiaan yang tiada terkira. Ditunggu 2 tahun lagi untuk baby program selanjutnya.

Read Full Post »



Seringkali kita mendengar istilah `lilitan tali pusat` atau `tali pusat terlilit` yang bikin takut dan cemas. Kejadian lilitan tali pusat ini memang harus diwaspadai dan dicermati namun tidak perlu terlalu bikin stress.

Tali pusat memang bisa melilit pada usia kehamilan berapapun. Pada kehamilan muda seperti 5-6 bulan juga bisa terjadi lilitan tali pusat beberapa kali dan bila lilitan tersebut banyak dan erat bisa menyebabkan kematian janin juga. Bila keadaan ini terjadi di umur kehamilan ini, sulit sekali dan we can do nothing.

Nah bila ada lilitan tali pusat dan umur kehamilan sudah 9 bulan bagaimana?? Pada prinsipnya tali pusat tersusun dari komponen yang elastin dan tidak getas, sehingga dengan lilitan tali pusat bayi tetap bisa lahir normal. Namun bila dari rekaman jantung janin menunjukkan gambaran yang tidak normal atau kepala bayi tidak turun-turun maka operasi merupakan jalan yang terbaik.

Berikut ini sharing dari Mrs Winda, mamanya Zafran, yang berbaik hati untuk menyempatkan menulis pengalaman pribadinya agar bisa bermanfaat untuk anda sekalian.


Sy Winda May 25 at 12:06pm
Kelahiran, 17 Mei 2010, Pukul 22.23 WIB (Note: Zafran=bahasa Arab artinya kejayaan/kesuksesan, Prayata=bahasa Sanksekerta artinya sholeh, Wiza=Winda dan Zai).

Dear Dr. Suryo,

Sesuai janji saya ke dokter nih:) buat sharing pengalaman sekaligus mau numpang nebeng tulisan diblog dokter, silakan di-upload tulisan saya jika dokter berkenan. Agak panjang gapapa khan ya dok? Maksudnya biar historinya jadi jelas aja. Kalau mau di-cut bagian awalnya juga boleh kok.

Janin saya pd usia 26 minggu dinyatakan letak lintang dan terlilit tali pusat di leher, secara ini anak pertama tentu saja buat saya was-was. DSPOG yang memeriksa kemudian menyarankan untuk tidak nungging dalam rangka membalikkan posisi janin karena takut kalau dipaksakan malah akan membahayakan janin yg diduga terlilit (takutnya tambah terjerat). Jadilah akhirnya pasrah saja dan lumayan stress juga pas brosing-brosing pada umumnya kalau dalam kondisi ini lumayan banyak kasus yang mengharuskan operasi caesar untuk proses kelahiran. Sebenarnya buat saya ga masalah harus operasi pun, yg penting dede selamat. Tapi alhamdulillah pd pemeriksaaan minggu ke 30 si dedek posisinya sudah kepala di bawah yang memberi harapan untuk bisa lahir normal tapi DSPOG di Jakarta (RSIA Hermina Jatinegara tempat saya kontrol kehamilan) kembali belum bisa memastikan bisa lahir normal atau tidak karena ternyata janin waktu di USG masih tampak terlilit tali pusat di leher dan mengatakan normal atau operasi harus dilihat posisi dede terakhir saat proses persalinan.

Berhubung saya memutuskan proses persalinan di Pekanbaru saja (berhubung suami dan orang tua di sana) mulailah brosing tempat bersalin dan DSPOG di Pekanbaru. Sempat ke RS Santa Maria untuk periksa kehamilan pada usia 15 minggu , ke RSIA Andini untuk periksa kehamilan usia 30 mggu. Semuanya dijabanin untuk dapat second opinion dan penjajakan DSPOG untuk bersalin.

Tapi akhirnya berhubung pertimbangan lokasi yangg dekat dengan rumah orangtua dan provider asuransi dari kantor maka pilihan bersalin jatuh ke RS Awal Bros tapi DSPOG nya belum nemu nih.

Sewaktu belum memutuskan tempat bersalin di RS Awal Bros ada nemu blog DSPOG (ya blog nya dokter Suryo Bawono), blognya kayaknya menarik karena banyak hal-hal yang belum saya tau dibahas disitu dan dokter ini ternyata praktek di RS Awal Bros, jadi tertarik untuk partus dengan bantuan dokter ini. Eh tapi waktu cek di website RS Awal Bros ternyata dokternya dah ga di sana lagi :(. So jadi bingung lagi deh ama dokter siapa ntar partus di Pekanbaru.

Akhirnya daripada stress liat nanti aja deh yg penting sekarang dede sehat aja dulu. Dengan harap-harap cemas terbanglah dari Jakarta ke Pekanbaru pada usia kehamilan 38 minggu (rada nekat emang) tapi demi perhitungan cuti biar lama dibelakang alias habis bersalin dijabanin aja deh. Alhamdulilah di Bandara Cengkareng ga bermasalah, lewaaattt sajaaa, dan untung dede pun tidak kontraksi (anak baik :)). Hari Minggu malam tanggal 9 Mei 2010 sampai di Pekanbaru dan Senin pagi tanggal 10 Mei langsung kontrol ke RS Awal Bros. Seperti biasa awalnya telepon rumah sakit dulu dengan maksud untuk daftar sekalian nanya dokter eh dilalah waktu ditelepon dikasih tau ada Dokter Suryo, tanpa pikir panjang lagi dan pede habis langsung aja “ok saya daftar ke Dr Suryo aja”. Dapat antrian no 4. finally sampai di RS Awal Bros j10 pagi, pas liat informasi ternyata Dr. Suryo baru praktek lagi di Awal Bros, waaah nasib dede nih kayaknya ketemu Dr. Suryo. Waktu masuk ruang prakteknya, upss ternyata dokternya masih muda yaaa (maaf dok, di blog sebelumnya ga terlalu merhatikan fotonya, lagian waktu dah tau dokter ga di Awal Bros lagi, blog nya jadi jarang dibuka).

Diceritain deh tuh kronologis janin sambil ngeliatin hasil pemeriksaan USG di Jakarta dan tentu saja kekhawatiran proses persalinan bisa normal atau tidak karena kasus terlilit tali pusat sampai keinginan partus di Dr Suryo. Menurut Dokter Suryo dede udah cukup umur dengan berat prediksi 3,4kg (error +/- 10%) dan dia menjelaskan bahwa tali pusat itu strukturnya kenyal jadi tidak usah terlalu khawatir. Kemudian intinya dr. Suryo mengatakan “Kalau percaya saya akan kasih obat buk, dosisnya sedikit saja, ga seperti induksi, berdasarkan pengalaman, yang sudah saya beri obat ini merasa nyaman dan ga sakit”. Beliau kemudian menyerahkan kepada saya dan suami keputusannya mau atau tidak mengikuti sarannya. Akhirnya saya dan suami menyetujui, sambil masih bertanya ini itu seperti tanda-tanda persalinan plus minta pengantar untuk proses persalinan. Oia satu lagi, tanpa saya tanya, Dr. Suryo langsung melarang untuk mengkonsumsi rumput Fatimah (hehe padahal saya dah bawa bekal ini dari Jakarta karena special minta dibeliin waktu ada teman yang sedang pergi naik haji). Akhirnya nurut aja deh ama dokternya trus baca postingan dokter soal true story rumput Fatimah di Banyumas tambah yakin deh (nanti saya share di email ke temen-temen deh dok, kebetulan di kantor lagi banyak bumil).

1, 2, 3 sampai 7 hari berlalu dengan meminum obat Dr. Suryo tanpa ada efek berarti, seperti kata dokter, ga sakit, ga ada flek muncul, nyantai bener deh. Hari minggu tanggal 16 Mei 2010 masih jalan-jalan ke Plaza Citra Pekanbaru. Karena seminggu dah berlalu tanpa reaksi, Hari Senin tanggal 17 Mei 2010, pergi kembali ke dr. Suryo. Waktu masuk ruangannya langsung ngomong “ Dok, ga ada reaksi, kok belum ya? Dah seminggu ini”. Dokter Suryo jawab “oo, obat saya memang begitu, ada yang tenang-tenang juga kayak gini udah bukaan 2-3, ayo saya periksa dalam aja”. Diperiksa deh, “tuh kan bener, dah bukaan 3 buk, ini fleknya sambil memperlihatkan jarinya. Langsung rawat inap aja ya, ga usah pulang lagi.” Nah lhooo….saya dan suami pandang-pandangan deh, hihihihi….ga ada tanda-tanda euy:). Ya udah akhirnya kita diantar ama suster ke bagian persalinan untuk cek denyut jantung janin, suami ngurus-ngurus administrasi untuk rawat inap, dicek bentar ama Dokter Suryo, masuk ruangan rawat inap deh, sambil menunggu detik-detik…….menegangkan:).

Jam 11, 12, 13, sampai jam 16, kontraksi tak berarti, cuma sakit dikit-dikit aja seperti mau menstruasi, masih bisa tidur-tidur dulu, dan bukaan tak beranjak dari 3, tuing tuing, lamaaa bener rasanya. Tapiiiii begitu lewat jam 16, sakit dah menjadi-jadi, suami jadi korban buat dipegang, diteken tangannya, dipencet lengannya. Habis magrib sakit makin jadi, jam 9 malam rasanya kok udah mau mengeden ini karena dede dah mulai neken-neken, dan ini sakitnya ampun-ampun karena harus menahan mengeden karena belum waktunya. Akhirnya dipanggil suster dan ternyata dah bukaan 5-6, suster memutuskan dibawa aja deh ke ruangan bersalin, diajarin tarik nafas buat ngilangin sakit (susah tauukkk mau tarik nafas waktu kontraksi :(), dilarang ngeden sebelum waktunya, diajarin nanti cara mengeden kalau sudah waktunya. Thanks to para suster di RS Awal Bros untuk ini (pada baik-baik). Eh, ga lama saya tanya ke suster karena sakit dah ga ketulungan, ternyata dah bukaan 7-8. “Bentar lagi nih kak”, kata mereka. Saya tanya lagi, “dokternya mana?”, “Bentar lagi kak, udah ditelepon, sedang di jalan”. Ga lama dokternya udah sampai, langsung bimbing buat ngeden plus menyemangati. Alhamdulillah cuma 3 kali ngeden dede langsung keluar tanpa tedeng aling-aling dan disambut ama dokter (ga nyangka juga bisa secepat itu dengan sebelumnya diduga terlilit tali pusat di leher). Komentar dokter, “Pinter banget ngedennya, udah seperti anak ke-2 atau ke-3”. Dede terus langsung diletakkan di dada saya, diazanin ayahnya (prediksi cowok sesuai USG dari waktu dede usia 20 minggu), keluar plasenta, liat dokter menyelesaikan pekerjaannya (jahit, nulis-nulis), ga lupa salaman ama dokter, ngucapin terima kasih, selesai, tinggal bersih-bersih dan dibiarin 2 jam untuk diobservasi ada masalah atau tidak baru dikembalikan ke ruang rawat inap. Ternyata terlilit tali pusat di leher ga menjadi masalah buat dede. Makasih ya Allah.

Nenek yang di luar ruangan heboh nelponin orang-orang buat ngabarin dede dah brojol secara normal.

Sekali lagi, saya, suami, dan aran tentunya ngucapkan makasih dok buat support dan pertolongannya. Semoga dengan sharing ini makin banyak yang pede untuk mencoba kelahiran normal terlebih dahulu sebelum memutuskan operasi. Sukses selalu buat dokter.

Salam Hangat,

Winda dan Zai.

Sekali lagi terimakasih atas sharing-nya, semoga pengalaman Zafran bisa berarti dan bermanfaat untuk semuanya. Dan semoga Zafran selalu menjadi sumber kebahagiaan keluarga dan orang-orang disekitarnya. Amin. Bookmark and Share

Read Full Post »



Saya akan menceritakan salah satu kejadian yang pernah saya alami. Saat itu saya sedang berdinas di RSUD Banyumas, di Jawa Tengah. Sebagai gambaran, RSUD Banyumas kala itu merupakan rumah sakit negeri yang cukup diminati pasien dengan kebersihan setara hotel berbintang.

Saya menerima pasien yang datang dengan kehamilan pertama, umur kehamilan 9 bulan dan sudah mulai masuk persalinan dengan kontraksi rahim yang teratur dan pembukaan 2 cm kira-kira jam 7-8 pagi. Hasil perekaman jantung janin menunjukkan bahwa janin dalam kondisi baik dan sanggup menjalani persalinan. Berhubung pembukaan masih kecil, maka pasien diistirahatkan di kamar sambil menunggu pembukaan bertambah.

Waktu itu saya full day tinggal di rumah sakit 24-7 alias 24 jam dan 7 hari. Saat saya sedang istirahat sore jam 7an malam, tiba-tiba saya dikejutkan berita dari bidan jaga yang menginformasikan bahwa pasien tersebut kesakitan dan saat dilakukan perekaman jantung ternyata denyut jantung sudah tiada alias janin sudah meninggal. Suami pasien dan keluarga pasien marah-marah dan menyalahkan saya dan penanganan yang diberikan.

Saat saya lakukan pemeriksaan, saya menemukan kondisi yang tidak wajar. Pembukaan masih 2-3 cm dengan kontraksi yang sangat kuat yang layaknya kontraksi pada pembukaan 8-9 cm. Saya merasa pasti ada yang tidak beres, saat saya tanyakan ke keluarganya, apakah ada diberikan `sesuatu` awalnya mereka tidak mengakui. Saya minta bidan saya memeriksa ke kamar pasien apakah ada yang mencurigakan sambil saya terus menguimpulkan informasi dari keluarga pasien. Mereka masih berusaha menyalahkan penanganan rumah sakit atas meninggalnya janin tersebut. Namun akhirnya bidan jaga menemukan adanya rendaman `rumput` dan gelas di kamar pasien, dan barulah keluarga pasien tersebut mengakui.

Ternyata pasien sudah diberikan minuman rendaman rumput fatimah saat di kamar rawatan, dan ini diluar pengetahuan dokter. Seperti kita ketahui bahwa `rumput fatimah` (Labisa pumila) berasal dari Timur Tengah dan mempunyai sebutan lain seperti Kaf Mariyam (bahasa arab) yang berarti `telapak tangan mariyam`, dan beberapa orang barat menyebutnya sebagai Mawar Jericho. Tanaman ini mempunyai efek uterotonik alias bisa menyebabkan kontraksi rahim. Kontraksi rahim yang ditimbulkannya bisa menyebabkan persalinan, oleh karena itu beberapa orang menggunakan tumbuhan ini untuk `memperlancar persalinan`. Akan tetapi takaran dosis tidak dapat dipastikan, dengan demikian batas aman pun sulit ditetapkan. Bila suatu zat bisa menimbulkan kontraksi, maka dalam kadar rendah bisa `memperlancar persalinan`. Namun pada kadar yang tinggi ada bahaya yang mengintai, yaitu dapat menimbulkan kontraksi yang berlebihan atau over (istilah medisnya: hiperstimulasi). Kondisi inilah yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan janin tidak sanggup hingga bisa meninggal, atau bahkan rahim yang tidak sanggup hingga bisa robek dan mengakibatkan meninggalnya ibu dan janin.

Oleh karena itu, saya selalu himbau untuk semua pasien, keluarga pasien, kenalan, relasi, tetangga dll agar menyebarluaskan bahaya si cantik Fatimah ini. Jangan sekali-kali mengkonsumsi rumput Fatimah ini saat janin masih didalam perut, namun bila bayi sudah lahir, silakan saja mau minum seberapa banyak anda mau tidak akan ada masalah.
Mohon disebarluaskan informasi ini, saya dan anda semua mempunyai tanggung jawab untuk menyampaikan informasi ini kepada siapa pun karena informasi ini bisa `menyelamatkan` nyawa seseorang. Bookmark and Share

Read Full Post »


Mrs Hasnawati and Baby Reno

Saya kedatangan pasien lama saya Mrs Hasnawati yang sudah berhasil baby program sang adik Reno, waktu itu ditunggu hingga 13 tahun sebelum nongol. Lahirnya di bidan, maklum waktu itu mau dibawa ke Pekanbaru udah nggak sempat lagi soalnya butuh waktu 3-4 jam perjalanan dengan kondisi jalan yang hancur lebur. So, kaget juga waktu nongol ke tempat praktek adik Reno udah gede. Ceritanya Mrs Hasnawati dan adik Reno ke praktek untuk mengantar salah seorang familinya yang kepengen baby program juga sambil nengokin dokter Suryo katanya.

Read Full Post »


Saat pertama berjumpa di klinik, Mrs Maya datang untuk mengikuti baby program dan syukur kehadirat Tuhan bahwa kehamilan hadir tidak berapa lama setelah program dimulai. Tak terasa pula waktu berjalan dan sang baby yang merupakan cucu pertama akhirnya lahir dengan sehat dan selamat.

Vabiell Hadi Mulia, cucu pertama


Maya
Tgl 31 maret 2010 kmrn adlh unforgotble moment bwt sy,suami,n kluarga bsar.. Krn do’a n khadiran mrk utk mmbrikan support k sy mulai dr awal sy pregnance smpai proses persalinan tb. Tak lp rasa syukur sy kpd allah.swt,yg alhamdulillah tlah menganugrahi bayi kcil yg mdh2an bs membawa kbhagiaan,n kceriaan d kluarga.ini c…u2 prtama lho dok, bwt k2 kluarga. Sy,suami,n kluarga bsar mengucapkn trimakasih kpd dktr suryo yg tlh menangani n mmbntu persalinan normal.trims dok,apapun sran anda,itu yg trbaik bwt kmi
See More
April 13 at 10:05pm

Selamat ya buat Mrs Maya dan seluruh keluarga besar atas kehadiran jagoan yang merupakan cucu pertama. Semoga cucu pertama akan menjadi panutan nyata yang berhati mulia dan contoh sukses bagi semuanya. Amin. Bookmark and Share

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »