Semoga sehat selalu dan berbakti kepad ortu. Sukses dunia akherat.
Archive for the ‘Uncategorized’ Category
Babyprogram Lima Tahun Menanti
Posted in Uncategorized on May 16, 2013 | Leave a Comment »
Babyprogram mrs Sumiyati and family
Posted in Uncategorized on March 5, 2013 | Leave a Comment »
Mrs Sumiyati dan Mr Jon Effendi; salah satu babyprogram yg berhasil….alhamdulillah dalam 2 bulan penanganan…eh kakaknya ka
lo gendong kayak gendong ponakan, lha umur kakaknya 21tahun
(more…)
Tehnik Penyelamatan Rahim: Modified B-lynch Suture, Agar Masih Ada Kesempatan Untuk Mendapatkan Buah Hati
Posted in Uncategorized on February 10, 2013 | 2 Comments »
Proses persalinan baik persalinan normal maupun sesar bukanlah sama sekali tidak memiliki risiko. Perdarahan pasca persalinan akibat rahim tidak kontraksi dengan baik adalah salah satu hal yang sangat menakutkan. Perdarahan yang terjadi akibat kontraksi rahim yang jelek (uterine atonia) ini sangat hebat, bayangkan dalam beberapa menit saja bisa keluar darah hingga setengah liter.
Bisa dibayangkan bahwa dalam hitungan menit seluruh darah dalam tubuh bisa habis, dan tentu nyawa menjadi taruhannya. Oleh karena itu tindakan cepat untuk menghentikan perdarahan yang terjadi diperlukan seperti tindakan pengangkatan rahim (hysterectomy) emergensi.
Berikut ini beberapa sharing dari mereka yang menjalani pengangkatan rahim akibat perdarahan pasca persalinan yang saya kutip dari link
Share 1
Hi everyone,
I am new to these boards but wanted to know if there are any others who had a hysterectomy after giving birth. I was in a life or death situation after giving birth late 2003 due to severe blood loss and l was told the only option was to remove my uterus. I am so grateful for the beautiful baby l had as a result, but l am still so upset and grieving my loss. l don’t really have anyone to talk to about it!!!
Scarlett
xx
>>>>> situasi yang sangat genting dan memaksa untuk dilakukan pengangkatan rahim satu-satunya pilihan
Share 2
Hi Sadscarlett.
Im so sorry for what u have gone through, I too had a Hysterectomy straight after childbirth.
Miss Golightly I thought for a minute u were telling my exact story, Im so sorry to u also, I cant beleive how similar our situations were!
I delivered my 2nd Daughter in August of 2003, after the Midwife causing my uterus to invert I started haemohrrage severly and was rushed off to theatre where I had to have my Hysterectomy, then I was in ICU for 5 days where I was in and out for 2 more operations in the first 2 days to try to save my life due to internal bleeding, my Family was told I only had a slim chance of suvival.
I too ended up with 45 units of blood transfused and was infertile at 28 years old.
Its been 19 months since my ordeal and Im still just totally devestated, Im not the same person that went into that hospital to give birth, I am so bitter and angry at the world, Im sill just a mess. Im so jealous of pregnant women and I hate the thought of my friends getting pregnant, I know I should feel grateful for being alive, and I am, but im just so angry.
I just wanted to let u know Scarlett that I know exactly how u feel and please stay strong and big ((((hugs)))) to u.
Please pm if u would like to talk, I know how hard it is to try and talk to people who have no idea how we are feeling.
Miss Golightly if its ok I would love the address of the site esspecially for women like us, anything that can help.
all the best
>>>>>> Situasi kritis pasca persalinan yang terpaksa dilakukan pengangkatan rahim, dan bahkan pasca operasi harus melalui ICU selama 5 hari, bahkan harus menjalani ulang operasi 2x dan mendapatkan tranfusi darah 45 kantong.
Tapi, saat ini sudah ada tehnik untuk menghindari pengangkatan rahim. Tehnik tersebut adalah tehnik B-lynch suture, yaitu tehnik menjerat rahim dengan beberapa ikatan sehingga kontraksi rahim bisa diperbaiki dan perdarahan yang terjadi bisa dihentikan. Saya sendiri melakukan modifikasi pada tehnik tsb sehingga mungkin lebih pas dengan modified B-lynch technic.
Tehnik tersebut sangat membantu karena memberikan kesempatan untuk mempertahankan rahim sehingga kemungkinan untuk menambah buah hati masih terbuka. Saya beberapa kali memanfaatkan modified B-lynch technic dan mendapatkan hasil yang memuaskan yaitu nyawa pasien tertolong dan rahim juga masih bisa dipertahankan. Pertama kali saya mengerjalan tehnik ini sekitar 9 tahun yang lalu.
Case report:
Kasus terakhir saya temukan beberapa bulan yang lalu. Seorang wanita usia 20an tahun, kehamilan yang pertama direncanakan untuk menjalani persalinan normal. Persalinan berjalan dengan lancar, bayi perempuan lahir sehat dengan berat badan yang normal alias tidak ekstrim. Sekitar beberapa jam setelah persalinan, terjadi perdarahan yang diakibatkan oleh kontraksi rahim yang kurang baik. Dilakukan usaha untuk memperbaiki kontraksi dengan pemberian obat uterotonika baik melalui oral maupun injeksi. Perdarahan masih tetap berlangsung sehingga dipersiapkan tranfusi darah dengan segera. Dalam observasi, diputuskan dilakukan tindakan operasi emergensi dan diterangkan kepada pasien dan keluarga mengenai risiko operasi juga kemungkinan terburuk adalah nyawa ibu tidak tertolong maupun rahim harus diangkat walaupun baru memiliki satu orang anak namun demi nyawa ibu. Saat itu operasi saya kerjakan, dan saya masih memiliki keinginan yang kuat untuk dapat mempertahankan rahim pasien karena saya memahami bagaimana dengan usia masih muda dan baru memiliki satu anak tentu berat apabila dilakukan pengangkatan rahim. Walaupun, suami dan keluarga telah setuju apabila dilakukan pengangkatan rahim, namun saya masih berusaha sekuat tenaga. Observasi dan pengamatan ketat benar-benar dikerjakan saat operasi, dan beruntung kejadian ini di Pekanbaru yang memiliki PMI yang sangat baik dan darah tersedia dalam jumlah yang banyak. Setelah berjuang selama 3 jam lebih, akhirnya operasi diakhiri dengan rahim masih dipertahankan. Tidak terbayangkan bagaimana letih fisik dan pikiran saya saat itu benar-benar terkuras dalam operasi tersebut. Total 15 kantong darah masuk. Dan syukur alhamdulillah pasien, dan….rahim bisa diselamatkan. Tiga hari pasca operasi pasien pulang.

Nampak rahim masih ada didalam perut pasien setelah menjalani operasi untuk menghentikan perdarahan dan mempertahankan rahim (modified B-lynch)
Terimakasih ya Allah, Engkau berikan kesempatan rahim masih bersemayam dan pasien kembali sehat, semoga Engkau merencanakan saya bertemu lagi dengan pasien tsb untuk kelahiran adiknya kelak, amin.
note: highly appreciation untuk seluruh tim RSIA Andini mulai dari kamar bersalim, ruangan dan kamar operasi serta tim anestesi yang sangat luar biasa dalam teamwork dan kecekatannya. Bravo
Varises di Rahim (uterine varices)
Posted in Hamil, kehamilan, Uncategorized, tagged haemoroid, pengangkatan rahim, Perdarahan, tranfusi darah, varises di rahim, wasir on December 2, 2012 | 1 Comment »
Varises merupakan suatu kondisi tidak normal, sering ditemukan diberbagai tempat di tubuh kita. Varises adalah pelebaran pembuluh darah balik alias vena> Anda tentu sering mendengar adanya varises di kaki. Mungkin anda juga sering mendengar adanya wasir atau ambeien yang sebenarnya adalah suatu varises tapi mendapatkan julukan khusus sehubungan dengan lokasinya di lubang pembuangan (anus).

Varises di tungkai source:http://4.bp.blogspot.com
Seperti saya sampaikan di atas bahwa varises bisa muncul di mana saja. Kalau di bidang kebidanan dan kandungan, varises bisa di temukan di jalan lahir (vagina) dan rahim (uterus). Biasanya varises ini akan muncul saat kehamilan. Varises di jalan lahir dan rahim ini memiliki risiko terjadinya perdarahan saat persalinan maupun setelah bayi lahir. Bahkan ada 5 laporan di dunia sejak tahun 1950 yang ditemukan tentang terjadinya perdarahan spontan pecahnya varises di rahim yang mengancam jiwa ibu. Rahim dengan varises lebih malas untuk kontraksi, sehingga setelah lahir bayi sering terjadi perdarahan yang sangat banyak dan cepat dan sering kali hingga mengharuskan dilakukan pengangkatan rahim atau bahkan merenggut nyawa ibu.

Tampak rahim berwarna gelap akibat varises yang sangat besar dan hebat.Normalnya rahim berwarna terang.
Foto diatas diambil saat operasi caesar dan dalam kondisi bayi belum lahir. Anda bisa perhatikan betapa besar dan hebatnya varises di rahim tersebut hingga rahim nampak berwarna gelap tidak seperti biasanya. Bila kita memaksakan mengiris di varises tersebut dipastikan perdarahan akan lebih deras dan liar. Bandingkan dengan gambar dibawah yang diambil sesaat setelah baby lahir.
Saya berharap anda jangan cemas setelah membaca tulisan diatas. Yang terpenting adalah selalu melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan saat hamil serta selalu berpikir positif dan berdoa.
Babyprogram: Mrs Maria Prasasti dan Mr Condor Saragih, Miracle Terjadi Dengan Berhasil Hamil dengan Mioma dan Adenomiosis Yang Luas
Posted in Baby, Baby Program, Testimoni, testimony, True Story, Uncategorized, tagged adenomiosis, ajaib, angkat rahim, Condor Saragih, Hamil, histerektomi, Jogjakarta, Maria Prasasti on June 3, 2012 | 1 Comment »
Memori saya melayang kembali ke kejadian sekitar 4 tahun yang lalu. Saat itu saya berjumpa dengan Mrs Maria Prasasti yang masih single dan belum menikah. Namun pada pemeriksaan ditemukan kondisi rahim dengan mioma dan adenomiosi yang sangat besar dan luas. Kondisi tsb seringkali ditindak dengan operasi pengangkatan rahim, namun bagaimana bisa dilakukan pengangkatan rahim pada seorang wanita yang masih single, dan tentu suatu saat ingin membina kehidupan dengan suami dan mengharapkan buah hati.
Saat itu disampaikan kondisi yang ada dan diberikan pilihan; pertama:dilakukan operasi untuk membersihkan mioma dan adenomiosis semampunya, dan masih mempertahankan rahim dengan keuntungan masih ada kemungkinan untuk hamil namun ada kemungkinan miomnya tumbuh lagi dan harus dilakukan operasi ulangan. Kemungkinan kedua adalah dilakukan operasi pengangkatan rahim dengan keuntungan keluhan benjolan, perdarahan dll akan hilang dan tidak ada peluang tumbuh lagi plus operasi ulang, namun kemungkinan untuk hamil musnah.
Setelah Mrs Maria berpikir dan berdiskusi dengan keluarga, maka diputuskan diambil pilihan pertama yang diambil.
Tiba saatnya operasi, dilakukan pembersihan massa miom dan masih mempertahankan rahim..siapa tahu bisa hamil.
Bertahun-tahun berselang, saat ini Mrs Maria Prasasti dan Mr Condor Saragih sudah dikaruniai sepasang buah hati Joseph Hotma dan adiknya Agni Ully.
Saya sangat bahagia melihat keajaiban dan kasih Tuhan yang luar biasa untuk Mrs Maria dan keluarga.
Saat operasi caesar, uterus masih membesar dengan dinding yang kaku dan keras khas adenomiosis kok bisa ya hamil sampai 9 bulan dua kali pula.
Itulah rahasia Tuhan…jangan pernah berhenti berusaha dan berharap keajaiban. Tuhan ada, dan tidak bisa ditebak.
Buat Mrs Maria Prasasti dan Mr Condor Saragih: sepasang anak yang luar biasa, semoga memberikan hal yang luar biasa untuk anda sekeluarga dan bagi sesama.
Jarak Kehamilan Ekstrem: Habis Lahir Anak Pertama, Kok Nggak Hamil Hamil Ya???
Posted in Uncategorized on June 3, 2012 | Leave a Comment »
Seringkali bebrapa keluarga mengalami stress gara-gara si adik ngga nongol-nongol hingga bertahun-tahun. Memang sih planning untuk memiliki adik juga berbeda untuk tiap keluarga. Ada keluarga yang pengen si adik ada setelah si kakak berusia 10 tahun misalnya.
Kebetulan saya ketemu di minggu yang sama, dengan pasien yang berjarak ekstrem antara anak pertama dan anak kedua.
Untuk Mrs Renida, memang jarak 11 tahun tersebut disengaja alias direncanakan si adik setelah kakaknya berusia 11 tahun. Tapi untuk Mrs Tukini, lain cerita karena si adik yang ditunggu-tunggu baru muncul setelah lama ditunggu yaitu 20 tahun usia kakak.
So, buat yang emang pengen beberapa anak, ada pilihan untuk anak pertama dan kedua jaraknya deket aja, baru kemudian ber KB. Tentu dari pada stress ngga nongol-nongol si adik.
Peran Jambret Dalam Usaha Ingin Anak atau Babyprogram, Perenungan dan Kisah Nyata
Posted in Baby Program, Testimoni, testimony, True Story, Uncategorized, tagged 7 tahun, anarkhis, copet, Hamil, jambret, syukur on April 6, 2012 | 1 Comment »

Dalam hidup memang selalu ada masalah, dan manusia harus selalu memaknai apa yang terjadi. Kadang suatu musibah memberikan berkat dan hikmat dikemudian hari, dan sering kali kita tidak menyadari hal tersebut. Lebih sering kita hanya mengeluh, menyesali keadaan, berbuat anarkis (halah emang demo) bahkan paling berat adalah marah sama Tuhan.
Beberapa waktu yang lalu, salah seorang pasien baby program datang periksa kembali. Kunjungan sebelumnya pasien ingin babyprogram karena baru mempunyai satu anak dan sudah berumur 7 tahun. Dan pasien juga terlihat serius dari keterangan sudah berobatke beberapa dokter. Dari file medical record nampak catatan beberapa obat untuk kesuburan yang sudah saya berikan. Nah saya baca keterangan asisten saya, si pasien sudah terlambat bulan dan dilakukan test pack sudah positif. Artinya pasien hanya sekali datang berobat 3 bulan sebelumnya, dan datang kali kedua sudah hamil. Wah mantap juga nih pikir saya, emang sih sering kali keajaiban Tuhan banyak terjadi dengan pasien babyprogram yang udah puluhan tahun hanya satu kali pertemuan kok bisa hamil (satu contoh Mr Harun 13 tahun). Kembali lagi itulah kuasa Tuhan.
Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata pasien sudah hamil 8 minggu.
Saya: selamat ya pak dan bu, udah berhasil hamil 8 minggu. Termasuk cepat banget langsung hamil nih, kan hanya sekali periksa kemaren.
Pasien: iya dok, alhamdulillah.
Saya: obatnya sudah diminum habis kan yang saya kasih dulu?? siapa tahu karena bapak dan ibu serius menjalani dan juga disiplin minum obatnya jadinya Allah langsung kasih hamil.
Pasien: sebetulnya kami kena musibah sepulang dari berobat kemaren dok. Saat pulang, kami kejambret dan seluruh obat dari dokter hilang semuanya. Saya pun sempat sms copetnya via hp saya yang ada dalam tas kami yang dijambret sebuah himbauan untuk mengembalikan obat yang ada, dan silakan menyimpan semuanya (uang, hp dll). Tapi ngga dibalas sama copetnya dok. Jadinya kita tidak minum obat sama sekali.
Nah lo….bingung kan kok bisa?? Jangan bingung, karena itu semua Allah sudah atur. Jadi kejambret itu nampaknya suatu musibah, namun dibalik musibah itu Allah berikan berkat yang tiada terkira yaitu kehamilan, hadirnya buah hati, kebetulan pula shio naga air yang bagi sebagian orang sangat berharga, dan jawaban setelah dinantikan 7 tahun.
Pelajaran yang didapat adalah, kita harus tetap bersyukur dengan apapun yang terjadi. Yang kita anggap suatu musibah malah bisa berarti suatu awal dari berkat dan karunia Allah yang besar. Dijambret dan kehilangan harta, bersyukur…misal hilang 100 ribu, syukur tidak hilang 200 ribu. Hilang sebuah hp, syukur ngga hilang dua hp. Syukur lebih lebih nyawa masih selamat dan badan tiada tergores. Dengan syukur tersebut, ternyata Allah berikan buah hati alias baby program berhasil tanpa minum sebutir pun obat, walau sudah pernah beberapa kali berobat ke beberapa dokter.
Semoga kisah nyata diatas menjadi bahan pelajaran untuk kita selalu bersyukur dalam segala hal. Jangan mengeluh. Dan apa yang terjadi mungkin adalah yang terbaik untuk kita sekalipun itu suatu musibah.
RUPTUR UTERI: Sebuah Kisah Yang Langka Tentang Robeknya Rahim, Sharing dari Mrs Niken
Posted in Uncategorized, tagged Agus Haryadi, Baby, bidadari, hamil 32 minggu, Kikan, kista coklat, Laparoskopi, meninggal, mioma, Niken Puspitasari, Rahim robek, ruptur uteri on March 30, 2012 | 4 Comments »
RUPTUR UTERI
Ini adalah kisahku yang sangat jarang bahkan langka terjadi dalam kehamilan dan kelahiran selama ini..Sebelumnya perkenalkan Saya, Niken Puspitasari,30 tahun dan suami Agus Haryadi, 33 tahun. Kami menikah 24 Desember 2006, selang enam bulan setelah menikah karena belum juga hamil, saya periksa ke dokter kandungan, waktu itu saya tinggaldi kota SMG, ternyata di temukan kista endometriosis tapi dokter mengatakan diameter kista masih kecil sehingga belum perlu dilakukan operasi, dan disarankan untuk segera hamil. Saya pun telah melakukan tes HSG dan suami tes analisa sperma. Hasil analisa sperma oke tidak ada masalah tapi untuk HSG tidak bisa terlihat sampai dalam rahim karena alatnya tidak bisa masuk sampai ke rahim dan hanya berhenti dileher rahim saja, waktu itu dokter kandungan menyatakan bentuk rahim saya abnormal.
Kemudian pertengahan 2008 saya pindah ke kota S dan periksa ke dokter kandungan yang terkenal di kota tersebut dokter A namanya, oleh dokter tersebut saya harus operasi untuk pengambilan kista karena diameternya sudah besar dan mempersulit kehamilan. Dengan berbagai pertimbangan dan keinginan untuk segera memiliki keturunan akhirnya September 2008 saya menjalani operasi kista dengan teknik laparaskopi yang dilakukan oleh dokter A. Dari operasi tersebut selain pengangkatan kista juga ditemukan mioma dan telah dibersihkan semua. Setelah operasi saya mengikuti baby program bersama dokter A di klinik ingin punya anak. Berbagai program telah saya jalani sampai akhir tahun 2010 dan tidak menunjukkan hasil, hingga jalan terakhir saya harus manjalani kuretase dengan harapan setelah dikuret saya dapat hamil secara normal dan bila tidak hamil juga saya akan menjalani program inseminasi buatan atau bayi tabung. Karena takut kuret saya berganti dokter, beliau dokter senior di kota S dan telah banyak pasiennya yang berhasil hamil.
Awal tahun 2011 oleh dokter B saya diminta untuk diatermi karena terjadi penyumbatan tuba sebelah kiri. Selama 14 kali berturut-turut tanpa boleh putus saya melakukan diatermi dan didampingi obat dari dokter B, hingga kemudian 4 Mei 2011 menjadi menstruasi saya yang terakhir karena 1 juni saya tespack saya positif hamil. Awal hamil saya sering flek dan oleh dokter B saya diberi obat penguat dan kehamilan saya selanjutnya tidak terjadi masalah. Karena ini kehamilan pertama dan dinanti sangat lama saya dan suami mencari dokter pendamping untuk perbandingan, kali ini dengan dokter C dan dokter D. Sepanjang kehamilan dari minggu ke minggu ketiga dokter kami menyatakan kehamilan saya oke,janin aktif, detak jantung baik, air ketuban bagus dan 90% bisa melahirkan normal, hingga kehamilan saya memasuki minggu ke-32 semua masih baik dan tidak ditemukan masalah.
Jumat dini hari saat suami dinas keluar kota saya merasakan perut saya sakit sekali sampai kemudian dibawa ke rumah sakit dan diperiksa oleh dokter D, melalui USG keadaan janin,detak jantung, plasenta,air ketuban semua baik dan tidak tampak tanda akan melahirkan, akhirnya dokter D minta saya untuk pulang dengan diberi resep obat untuk mempertahankan janin saya sampai cukup usia untuk dilahirkan. Selama di rumah, perut saya masih saja sakit bahkan tidak berkurang sedikitpun, nafas saya menjadi sangat pendek dan untuk tidurpun harus saya lakukan dengan posisi duduk karena untuk berbaring sakit luar biasa.
Senin sore saya merasakan sakit yang teramat sangat hingga selasa 20 Desember 2011 pagi suami ambil keputusan untuk ke rumah sakit demi melihat saya tidak tega menahan sakit, perjalanan begitu sangat lama dan menyiksa karena setiap jalan yang tidak rata dan membuat mobil berguncang maka sakit yang luar biasa yang saya rasakan di perut. Sampai akhirnya dokter D memeriksa melalui USG tampak indikasi solutio plasenta dan saya harus SC saat itu juga. Namun sebelum SC dokter D minta saya untuk USG 3D (hasil USG saya lampirkan), cukup lama dokter radiologi melakukan observasi terhadap saya dan sampai diakhir kesimpulan saya harus segera masuk ruang operasi, saya lihat dokter radiologi langsung menghubungi dokter D melalui telepon karena begitu pentingnya hasil USG harus diketahui dokter A secepatnya. Semua perawat tampak panik dan saya ingat seorang perawat berkata kepada saya bahwa saya sedang berpacu dengan waktu karena keadaan saya dan janin yang sangat kritis. Sampai di ruang operasi tidak tertahankan sakitnya sampai saya merasakan anastesi sudah bekerja dan semua menjadi nyaman.
Ketika cukup lama dokter D melakukan tugasnya, ditengah operasi saya beranikan bertanya kepada dokter apakah bayi saya sudah lahir? Dokter D menjawab sudah dan dalam pengawasan dokter anak di ruang perawatan bayi, lalu dokter D bertanya apa yang telah terjadi dengan saya karena rahim saya ternyata mengalami robek dan perdarahan yang sangat banyak, waktu itu kata dokter D darah saya hilang 2 liter dan sudah banyak yang membeku dan memenuhi rongga perut. Dokter D bertanya apa saya mengalami kecelakaan? Saya jawab tidak, apakah perut saya mengalami benturan? Saya jawab tidak, apakah semalam saya berhubungan dengan suami? Saya jawab juga tidak. Saya dengar dokter D dan para petugas di ruang operasi merasa heran dengan keadaan di perut juga rahim saya. Mereka mengatakan baru sekali itu melihat kejadian seperti saya.
Akhirnya selesai sudah operasi dan saya dibawa ke bangsal perawatan. Infus berganti dengan kantong darah yang harus diberikan kepada saya dan telah disiapkan 4 kantong untuk mengembalikan perdarahan yang terjadi kepada saya (akhirnya habis 6 kantong). Ketika kulihat wajah suami yang penuh kekhawatiran, saya tidaklah paham karena sebenarnya bayi saya dalam kondisi kritis. Saat itu yang ada dalam hati saya adalah perasaan lega terbebas dari rasa sakit dan bahagia karena akhirnya memiliki keturunan setelah 4,5 tahun menanti.
Hingga dua hari kemudian tepat dihari semua orang merayakan hari ibu 22 Desember 2011 putri kecilku mengalami kejang dan perdarahan hingga akhirnya pukul 12 siang bidadari kecilku berpulang kepada pemiliknya. Waktu itu dokter anak mengatakan bayi saya mengalami hipoksia. Untuk pertama dan terakhir kudekap dan kucium dia sudah dalam keadaan meninggal. Saat itu yang terpikirkan olehku adalah betapa baiknya Alloh beri aku tabungan di surga, meski sakit dan sedih teramat dalam namun saya ikhlas. Padahal dua hari lagi 24 Desember 2011 adalah hari jadi pernikahan kami yang kelima dan harusnya menjadi kado terindah untuk kami, tapi Alloh berkehendak lain.

Esoknya dokter D mengunjungi saya dan ikut berduka dengan kepergian putri kecil saya, beliau menjelaskan tentang keadaan saya bahwa saya mengalami ruptur uteri disebelah kiri atas dan berdekatan dengan tuba kiri. Saya tidak boleh hamil sebelum dua tahun dan untuk kehamilan berikutnya saya harus dalam pengawasan ekstra ketat dari dokter dan kehamilan saya nanti tidak boleh sampai 9 bulan, karena begitu berat janin cukup akan segera dilakukan operasi SC kembali.
Seminggu kemudian saya kontrol luka operasi ke dokter D ,semua tampak baik sampai dokter D mengatakan saya sekarang hanya berharap pada ovarium kanan saja, yang padahal menurut dokter A yang dulu mengoperasi kista saya melalui HSG tuba kanan saya buntu dipangkal, dunia serasa runtuh dengan kenyataan tersebut.
Kadang terbersit penyesalan kenapa jumat waktu sakit perut tidak minta dilahirkan saja atau minta obat penguat organ janin sampai akan dilakukan operasi, tapi berpulang kembali kepada Alloh yang menguasai takdir setiap hambanya. Kini hanya pasrah dan doa yang dapat kami panjatkan, setelah setahun nanti kami akan program baby lagi, karena yang terpenting sekarang sembuh secara fisik dan mental dulu terutama kesembuhan rahim saya, karena letaknya yang di dalam yang tidak dapat dilihat dengan jelas, semoga Alloh yang akan mengoperasi rahim ini dan mengembalikannya dalam bentuk yang paling sempurna dan lebih kuat dari yang kemarin, dan memberi kepercayaan kepada kami kembali, amin..
**** (berikut saya lampirkan foto opersi kista saya september 2008 + hasil lab dari sampel kista, USG sebelum SC tanggal 20 Des 2011 + report dari dokter radiologi, yang ada gambar rahim adalah gambar tangan dari Dokter D menjelaskan ruptur saya Dok, USG terakhir sebulan setelah SC tanggal 1 Februari 2012 + report, semoga bermanfaat buat yang membaca dan saya minta tanggapan dari Dokter Suryo tentang operasi kista dan ruptur saya, karena sampai sekarang saya belum tahu penyebab pasti ruptur saya, bukankah Alloh menciptakan rahim yang lentur? tapi kenapa bisa robek? terima kasih)
Saya menyampaikan turut prihatin dan duka sedalam-dalamnya atas musibah yang Mrs Niken dan Mr Agus alami, dan saya juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya terhadap semua dokter yang menangani Mrs Niken. Saya yakin bahwa seluruh dokter yang menangani telah berusaha menangani sebaik-baiknya sesuai standar keilmuan yang ada. Apapun yang terjadi atas kehendak Allah, dan manusia tak ada kuasa untuk mengubahnya.
Kita sebagai manusia wajib berusaha lebih baik lagi dan belajar dari pengalaman yang terjadi. Beberapa hal yang bisa kita petik pelajaran disini adalah:
1. Operasi medis yang dilakukan dilanjutkan beberapa seri pengobatan ternyata memberikan hasil yang sangat baik dengan berhasil mendapatkan kehamilan. Disinilah hal yang kadang saya selalu sampaikan bahwa bila Tuhan menghendaki hamil, maka tiada hal yang tidak mungkin walaupun seberat apapun seperti kondisi Mrs Niken yang ada kista coklat, mioma, perlengketan, dll.
2. Setelah berhasil hamil, seharusnya Mrs Niken segera memutuskan dokter kandungan mana yang akan mengawasi secara intensif dan berkelanjutan. Pemeriksaan saat kehamilan dengan berpindah-pindah beberapa dokter dapat mengakibatkan pemantauan kurang ketat dan bisa terlewat petunjuk-petunjuk penting selama kehamilan.
3. Ruptur atau robeknya rahim Mrs Niken bisa terjadi karena adanya riwayat operasi mioma sebelumnya yang tentu mengakibatkan terbentuknya titik lemah di rahim (locus minoris) yang rentan untuk jebol. Timing jebolnya juga terjadi pada saat yang biasa terjadi yaitu diatas 7 bulan umur kehamilan, dan jebolnya juga bukan diam-diam (silent ruptured), namun ada sinyal yang nampak yaitu nyeri perut yang sangat hebat.
4. Suntikan pematangan paru sebenarnya bisa memberikan manfaat pada baby untuk mempersiapkan kematangan paru lebih cepat.
5. Untuk kehamilan selanjutnya tentu membutuhkan penanganan lebih intensif selama umur kehamilan, termasuk perkembangan baby dan bagaimana kondisi rahim dan deteksi dini kemungkinan munculnya tanda-tanda robekan rahim.
Semoga Allah memberikan kesempatan lagi bagi Mrs Niken dan keluarga untuk mendapatkan kehamilan dan dapat berlangsung lancar hingga lahirnya buah hati. Amin.
Injak Gas Atau Injak Rem: Pilihan Antara Janin Dilahirkan Atau Dipertahankan (Case 1)
Posted in Testimoni, testimony, True Story, Uncategorized, tagged alat bantu nafas, Baby, dilahirkan, dipertahankan, icu, kehamilan, meninggal di kandungan, NICU, prematur on February 15, 2012 | Leave a Comment »

Kehamilah yang normal adalah hingga kira-kira 9 bulan lebih dikit. Pemeriksaan rutin diperlukan selama kehamilan dan makin sering saat umur kehamilan makin bertambah. Terminasi kehamilan atau pengakhiran kehamilan kadang diperlukan dengan pertimbangan tertentu.
Malahan era obstetri modern ini lebih cenderung untuk segera melahirkan janin saat janin sudah viable atau dapat survive di luar. Kematangan paru baby tercapai di usia kehamilan 35-36 minggu dan bisa dipercepat dengan suntikan pematangan paru serta berat badan diharapkan setidaknya sudah diatas 2500 gram. Mungkin pertimbangannya adalah lebih mudah mengawasi bayi di luar, kalau haus nangis, dan nampak sinyal-sinyalnya. Nah kalau di dalam perut, air ketuban habis baby nggak ngomong, plasenta fungsinya jelek baby ngga ngomong, nggak dikasih makanan pun baby diam saja. Sedangkan risiko bila lahirnya dipercepat adalah kemungkinan perawatan baby membutuhkan inkubator hingga alat bantu nafas. Jadi semua hal tsb harus dipertimbangkan lebih besar benefit atau lebih besar risk-nya. Nah apalagi, banyak pasien yang saya tangani adalah pasien baby program yang penuh risiko dan begitu dinantikan. Namun biaya penanganan khusus bayi yang cukup mahal juga jadi pertimbangan juga yah.
Berikut ini adalah sharing pasien dan ingin berbagi dengan semuanya, nanti akan kita bahas lebih jauh:
Keguguran anak pertama dan ingin sgr program baby lagi..
Assalamualaikum wr wb, salam kenal dok.. Saya bunda Audrey, mau konsultasi sdkt blh ya dok? Sblmny mohon maaf agak panjang ceritanya ya dok, smg dokter berkenan meluangkan waktu utk membaca
Saya sdh menikah 2thn, pd juni 2011 sy dinyatakan positif hamil 6mggu oleh dokter di kota B.. Kehamilan sy berjalan lancar, janin sehat dan berkembang sesuai usianya.. Pd usia kehamilan 8bln, atas persetujuan dokter sy ke kota J krn mau lahiran disana dkt org tua.. Mnrt perkiraan dokter di kota B dan kota J, due date saya adlh 27 jan 2011..
Tgl 26jan mlm sy control, krn sy pkr sdh mndekati tanggalnya, hsl usg dan ctg bagus smua, bb janin 3.4kg, ketuban bagus. Tp krn msh blm ada tanda2 sy dsrh plg lg dg catatan apabila dlm 1mggu tdk ada tanda2 jg sy hrs operasi.
Pd tgl 29 pagi saya mules dan keluar flek, lgs ke rs dan ctg tnyt sdh tdk ada detaknya. Dan hsl usg jg menunjukkan kl baby sdh tdk ada.. Saya hancur skali dok. G percaya krn 3hr sblmnya smua baik2 saja. Saya ttp melahirkan scr normal, baby saya fisiknya sempurna tdk ada kurang 1 apapun. Smp hr ini sy msh g ngerti apa penyebabny dok, krn kl dr hsl observasi terlihat ada penyempitan pembuluh darah shg asupan nutrisi dan O2 g msk ke baby tp knp g bs dideteksi? Apa penyebabnya? Sy blm dpt jwbnnya.
Tgl 29 jan 2012 kmrn tepat 1 thn saya kehilangan baby pertama saya. Saya ingin sgr hamil lg dok, sbnrnya bbrp bln kmrn kita sdh cb program tp blm ada hslnya. Keluarga dan tmn2 blg mgkn msh kepikiran dg kejadian kmrn, mrk menyarankan sy utk relax, spy cpt hamil lg.
Mohon sarannya dok, agar saya bs dgr hamil lg. Kbtln hari ini saya br hr pertama haid (13 feb 2012). Mdh2n melalui saran dan bantuan dokter saya bs merasakan kebahagiaan spt pasien2 dokter yg lain. Aamiin..
Wassalamualaikum wr wb..
bunda Audrey.
Seperti yang saya sampaikan sebelumnya pengawasan baby dalam rahim emang lebih sulit. Hal seperti true story diatas sangat saya takutkan, yaitu janin meninggal saat umur kehamilan sudah 9 bulan. Kadang muncul penyesalan, kok ngga dilahirkan lebih dulu aja ya, coba kalau dilahirkan lebih dulu ngga akan meninggal di dalam perut.
Deteksi melalui pemeriksaan ultrasound memang bisa menemukan suatu pertanda namun juga sulit dan sering juga tidak ada tanda sama sekali. Beberapa tanda waspada adalah: bila pertambahan berat badan baby kurang, air ketuban nampak sedikit, aliran darah tali pusat kurang lancar dengan pemeriksaan color doppler sedang hal yang dirasakan si ibu adalah gerak janin berkurang tidak sesering biasanya.
Untuk bunda Audrey, memang sebaiknya segera hamil lagi. Coba dicek juga apakah masih ada keluar ASInya, kalau masih tentu harus distop karena mengganggu kesuburan. Masalah psikis tidak bisa dielakkan, bagaimanapun juga rasa duka mendalam dan stress juga harus dihilangkan karena akan mempengaruhi proses ingin hamil. Lakukan hubungan rutin tiap hari kecuali saat haid, dan konsultasikan dengan dokter untuk obat penyubur sederhana seperti clomiphene citrat.
Nah nanti bila sudah hamil lagi, lakukan pemeriksaan lebih rutin dan lebih sering, serta lahirkan begitu sudah viable dengan berat taksiran baby di 2900-3100 gram atau bila ada indikasi bisa lebih cepat lagi. Hal ini untuk menghindari penyebab yang tidak diketahui dan bisa berulang lagi, kita harus belajar dari pengalaman dan berusaha lebih baik.
Tetap semangat dan saya tunggu sharing berikutnya, semoga sharing berita bahagia bunda Audrey di website ini.
Note: Manusia diberi akal dan pikiran untuk berusaha sebaiknya, jadi anggapan bahwa menunggu hingga lahir dengan sendirinya tidak sepenuhnya benar. Kondisi tiap pasien berbeda-beda dan tentu decisionnya berbeda-beda pula (individual). Bila sudah terjadi, itulah takdir dari Allah dan tidak bisa diubah lagi. Berusaha dan berdoa adalah langkah yang terbaik.


























