Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Laparoscopy’ Category


Sesaat yang lalu demam Irfan Bachdim dan Christian Gonzales begitu nyata di kehidupan sehari-hari. Program naturalisasi pemain bola yang dilakukan oleh Indonesia dengan heboh terhadap kedua pemain tersebut nampaknya berbuntut panjang. Karena Malaysia me`naturalisasi paksa` saya seperti terlihat di gambar diatas. Beneran nih?? Oh syukur tidak. Ternyata itu hanya kesalahan panitia workshop fetoscopy KK Women`s and Children Hospital Singapore. Saya sampai saat ini masih cinta Indonesia, dan masih memegang paspor Indonesia.

Saya tidak merasa sia-sia mengikuti workshop fetoscopy walaupun saat ini tindakan fetoscopy ini belum bisa dilakukan di Pekanbaru. Karena ilmu pengetahuan dan ketrampilan merupakan hal yang bermanfaat dan siapa tahu suatu saat tindakan fetoscopy ini bisa dikerjakan di Pekanbaru seperti halnya hysteroscopy yang sudah mulai bisa saya kerjakan di Pekanbaru.

Apa sih sebenarnya fetoscopy?? Fetoscopy adalah prosedur menggunakan alat endoskopi seperti halnya laparoscopy dan hysteroscopy, namun tindakan fetoscopy ini dilakukan pada wanita hamil dengan tujuan untuk mengevaluasi secara langsung kondisi janin, air ketuban, placenta dan sekaligus bisa melakukan tindakan tertentu seperti biopsi atau laser oklusi seperti pada twin-twin tranfusion sindrome. Workshop ini langsung dibawah arahan pakar fetoscopy yaitu Prof. Yves Ville dari Prancis.


Cuplikan video diatas adalah contoh bagaimana tindakan fetoscopy tersebut dilakukan.

Read Full Post »


Saya sangat bersyukur bahwa akhirnya tindakan histeroskopi bisa dikerjakan di Pekanbaru. Tindakan histeroskopi sendiri merupakan tindakan yang relatif ringan dan tanpa mengiris atau menyayat dinding perut. Tindakan ini dapat dikerjakan tanpa pembiusan ataupun dengan pembiusan.

Nampak jelas polip endometrium dan langsung dilakukan pembersihan dengan akurat

Pelaksanaan histeroskopi itu sendiri adalah dengan menggunakan alat yang dilengkapi dengan kamera canggih masuk melalui jalan lahir hingga ke dalam rongga rahim. Gambaran di dalam rongga rahim nampak sangat jelas karena menggunakan tehnik direct visual. Identifikasi bisa dilakukan untuk melihat kondisi mulut rahim, rongga rahim, hingga ke jalur masuk saluran telur (tuba falopi).

Kondisi tidak normal seperti adanya polip, mioma, maupun kista endometrium dapat dengan jelas dilihat sekaligus dilakukan pengangkatan. Satu hal lagi bahwa histeroskopi merupakan prosedur yang jauh lebih bermakna dibandingkan tindakan USG transvaginal untuk mengetahui rongga rahim dan tindakan HSG untuk mengetahui rongga rahim dan patensi saluran telur. Boleh dikatakan bahwa histeroskopi adalah salah satu prosedur yang diunggulkan dan berperan penting dalam baby program.

Gambar diatas adalah rekaman histeroskopi beberapa waktu yang lalu yang saya kerjakan. Kita dapat melihat dengan jelas adanya polip endometrium di dinding rahim , dan dengan akurat langsung dilakukan pengangkatan polip.

Read Full Post »

APAGE Meeting 2010


Beberapa waktu yang lalu saya cukup beruntung menghadiri acara APAGE (Asia Pasific Association for Gynecologic Endoscopy) 2010 yang cukup banyak ahli endoskopi/laparoskopi kandungan dari seluruh dunia hadir di situ antara lain:

Prof CY Liu (USA) yang sangat tak gentar dalam membersihkan nodul endometriosis meskipun harus memotong dan membuang sebagian ureter, Dr. Rakesh Sinha (India), satu-satunya dokter kandungan pemegang rekor Guinness Book untuk mengangkat tumor jinak mioma terbesar di dunia. Prof Yves Ville (France), yang mengembangkan operasi janin dalam rahim. Dr. Craig McClelland (USA) yang sangat inovatif mengembangkan tehnik dan metoda SILS (Single Laparoscopic System), dan masih banyak lagi lainnya.

Saya juga berjumpa dengan Prof Peter Maher (Australia), yang sangat berjasa mengembangkan laparoskopi di Indonesia, dan Indonesia bagaikan rumah kedua beliau. Hadir pula Prof Yap Lip Kie (Singapore) yang juga aktif mengunjungi banyak kota di Indonesia untuk membagi ilmu dan ketrampilan. Beberapa kali saya berjumpa dan beruntung sempat melakukan join laparoskopi dengan beliau berdua.

Dari Indonesia hadir pula sebagai pembicara antara lain: Prof TZ Jacoeb, Prof Wahyu Hadisaputra, dan Dr. Indra Adi Susianto. Saya juga beruntung beberapa kali melakukan join laparoskopi dengan Prof Wahyu Hadisaputra di Pekanbaru.

Read Full Post »


Operasi laparoskopi saat ini merupakan salah satu metode operasi yang cukup populer termasuk di bidang obgin alias kandungan. Saya sangat beruntung menempuh pendidikan spesialis kebidanan dan kandungan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, karena cukup banyak mendapat pengalaman mengerjakan operasi laparoskopi ini.

Saat mengerjakan operasi tubal recanalization alias tubal reanastomosis, jenis operasi yang tergolong memiliki kesulitan tertinggi bersama Prof Peter Maher dari Australia


Saat mengerjakan laparoskopi dengan kasus kista endometriosis di RS Awal Bros Pekanbaru

Saat menempuh pendidikan spesialis, saya mendapat kesempatan belajar dari beberapa guru. Antara lain adalah saat berdinas di RSUD Ambarawa saya dibimbing oleh Dr. Mundjirin, SpOG (kebetulan beliau saat ini mencalonkan sebagai Bupati Semarang). Kasus yang saya kerjakan disana adalah laparoskopi sterilisasi dengan jumlah kasus yang cukup lumayan sekitar 50-70 kasus.

Kemudian pengalaman berikutnya adalah saat saya bertugas di RSUD Banjarnegara, saya mendapatkan ilmu laparoskopi dari Dr. Haryata, SpOG. Dengan peralatan yang terbilang sangat sederhana, kasus laparoskopi sterilisasi disini sangat banyak. Saya berkesempatan mengerjakan kasus antara 70-90 kasus, bayangkan dalam satu hari saja bisa 20 kasus dikerjakan secara simultan dan tiap tindakan hanya memakan waktu sekitar 3 menit!!

Saya juga mendapatkan pengalaman mengerjakan operasi laparoskopi di RSUD Wonosobo dibawah arahan Dr. Agung, SpOG. Selain mencicipi durian yang berlimpah di kota ini, saya juga mencicipi mengerjakan kasus laparoskopi sekitar 40-50 kasus.

Selanjutnya saat bertugas di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, pengalaman laparoskopi saya makin bertambah dengan tindakan yang lebih complicated. Kasus-kasus laparoskopi yang dikerjakan di Permata Hati, pusat penanganan kesuburan, lebih menantang dan lebih sulit. Disini ada beberapa guru yang mengajari saya seperti Dr. H Risanto, SpOG, Dr Amino Rahardjo SpOG, dan Dr. Hasto Wardoyo, SpOG.

Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, saya cukup beruntung juga pernah belajar dari guru besar laparoskopi yang ada seperti Prof. Peter Maher (Australia) dan Dr. Yap Lip Kie (Singapura). Bahkan beberapa kali saya berkesempatan mengerjakan join laparoskopi dengan ahli laparoskopi seperti Prof Wahyu Hadisaputra (Jakarta) dan Prof Budi Hadibroto (Medan) saat mereka diundang ke RS Awal Bros Pekanbaru. Bookmark and Share

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 687 other followers